Developer Properti: Kenaikan Suku Bunga BI Tak Terhindarkan

Kenaikan suku bunga acuan BI bisa disiasati oleh pengembang properti dengan mencari formula cara bayar yang cocok bagi konsumen.

rumah-subsidi-villa-kencana-cikarang-sps-group-rumahhokie-anto-erawan-dok
Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) -Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin (bps) beberapa waktu lalu. Jika sebelumnya 5,75%, kini suku bunga acuan menjadi 6%.

Salah satu yang menjadi pertimbangan BI menaikan suku bunga acuan adalah untuk menjaga daya tarik pasar keuangan di tengah mengetatnya suku bunga Amerika Serikat atau Fed Fund Rate (FFR).

Menyikapi tren tersebut, Asmat Amin, Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) berujar bahwa pemerintah, dalam hal ini BI, tak memiliki pilihan selain menaikan suku bunga acuan.

Baca Juga: SPS Group dan BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program Rumah Pekerja

“Saya rasa pemerintah tidak ada pilihan. Jika tidak menaikan BI Rate-nya, nilai dolar akan tambah tinggi lagi,” ucap Asmat Amin ketika ditemui RumahHokie.com, Rabu (21/11/2018) di Hotel Mulya, Jakarta.

Akan tetapi menurutnya kenaikan BI Rate bisa disiasati oleh pengembang properti dengan mencari formula cara bayar yang cocok bagi konsumen.

“Misalkan saja cash bertahap atau subsidi bunga oleh developer. Yaa, keuntungannya dikurangin sedikit tidak apa-apa lah,” katanya sembari tersenyum.

Baca Juga: SPS Group Pasarkan Empat Perumahan Murah di Timur Jakarta

SPS Group merupakan developer dalam pelbagai proyek rumah subsidi untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Diantaranya, mereka membesut proyek Grand Subang Residence dan Vila Kencana Karawang.

Proyek hunian subsidi terbaru yang sedang mereka garap adalah Grand Cikarang City 2 yang terletak di perbatasan antara wilayah Cikarang dan Karawang.

Baca Juga: SPS Group Tanggapi Berita Banjir Villa Kencana Cikarang

Pengembang yang baru saja meraih penghargaan untuk kategori Developer Of The Year 2018 dalam ajang Indonesia Property & Bank Award (IPBA) ini, akan membangun sebanyak 20.000 unit rumah di Grand Cikarang City 2.

Kenaikan Harga Rumah Subsidi
Dampak dari naiknya suku bunga acuan BI, juga akan terasa pada harga hunian subsidi yang terkoreksi. Akan tetapi hingga saat ini belum ada acuan baru untuk perubahan harga pada rumah bersubsidi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Asmat mengatakan seharusnya pemerintah cepat mengeluarkan kebijakan itu. Agar pengembang tidak menahan, yang pada akhirnya dapat membuat target pemerintah tidak tercapai.

Ia berujar seharusnya acuan harga baru sudah keluar maksimal Desember tahun ini. Dengan begitu, pengembang sudah bisa akad kredit di bulan Februari 2019.

Jika melihat faktor harga dolar yang fluktuatif. Lalu, harga material bangunan yang juga tinggi. Mau tidak mau, menurutnya memang ada kenaikan harga.

“Saya rasa kalau naik 10%, masih okelah. Apalagi, ditambah kelangkaan lahan tanah dan harganya yang semakin tinggi. Banyak developer rumah subsidi yang juga tidak bisa membangun, karena harga tanah yang semakin mahal,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda