Digelar November, Indonesia Properti Expo 2019 Bidik Transaksi Rp5 Triliun

Pihak penyelenggara meyakini Indonesia Properti Expo kali ini dapat membantu pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu terakhir.

adhouse-bank-btn-indonesia-properti-expo-2019-anto-erawan-rumahhokie-dok
Pameran properti yang digelar untuk ke-37 kalinya ini berlangsung selama sembilan hari, yakni pada 16 – 24 November 2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Didukung Kementerian BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), DPD REI DKI Jakarta, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Adhouse Clarion Events kembali menggelar pameran Indonesia Properti Expo (IPEX).

Pameran properti yang digelar untuk ke-37 kalinya ini berlangsung selama sembilan hari, yakni pada 16 – 24 November 2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Lampaui Target, Bank BTN Bukukan Rp8,7 Triliun di Ajang IPEX 2018

Gad Permata, Vice President PT Adhouse Clarion Events, selaku penyelenggara Indonesia Properti Expo mengatakan, setelah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pasar properti Indonesia selama bertahun-tahun, Indonesia Properti Expo kali ini akan dapat membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu terakhir.

“Kami optimistis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan pasar properti. Acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang properti, mulai dari perumahan subsidi, apartemen hingga perumahan eksklusif, seperti Metropolitan Land, Rancamaya, dan Riscon” ungkap Gad Permata kepada awak media, Rabu (23/10/2019).

Baca Juga: Tawarkan Beragam Gimmick Menarik, Bank BTN Gelar IPEX 2019

Dia mengatakan, Indonesia Properti Expo 2019 diikuti 73 pengembang yang menampilkan lebih dari 500 proyek. Pada perhelatan kali ini pihaknya menargetkan jumlah pengunjung sebesar 250.000 orang dengan total transaksi sebesar Rp5 triliun.

Titik Balik Pasar Properti
Hal senada dilontarkan Arvin F. Iskandar, Sekretaris Jendral DPD REI DKI Jakarta. Menurutnya, 2019 bisa menjadi titik balik pasar properti. Berkembangnya fasilitas KPR dengan tren menurunnya suku bunga dan bertambahnya jumlah pengembang subsidi, dinilainya menjadi energi tambahan bagi industri properti.

“Kenaikan harga di pasar berkisar 0,4% dan realisasi penjualan yang meningkat 20% di sektor perumahan mengindikasikan bahwa penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa waktu ke depan,” tutur Arvin.

Baca Juga: Pasar Properti Indonesia Diprediksi Semakin Menjanjikan Pasca Pemilu

Optimisme juga disampaikan Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Agusny Gunawan. Dia pun berharap Indonesia Properti Expo dapat memberikan kemudahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memiliki rumah.

Pasalnya, gelaran pameran ini diikuti juga oleh 35 pengembang rumah subsidi dengan total sebanyak 55 proyek. Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan subsidi bagi 644.067 unit rumah dengan nilai Rp43,21 triliun.

“Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah artinya peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi semakin terbuka lebar,” imbuh Agusny.

Program KPR Menarik
Sementara itu, Bank BTN sebagai official bank partner Indonesia Properti Expo meyakini Indonesia Properti Expo merupakan salah satu bagian dari jalan pengedukasian masyarakat terhadap bisnis properti, terutama mereka yang belum berani berinvestasi properti.

Baca Juga: RumahHokie Fair 2019 Catat Nilai Transaksi Rp25 Miliar Selama Pameran Berlangsung

Selain itu, BTN juga menjalin kerjasama dengan para pengembang dengan program-program menarik sehingga memudahkan konsumen untuk dapat membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh BTN.

“Masyarakat hanya tinggal perlu diberikan informasi lebih lengkap mengenai apa yang bisa mereka dapatkan, bagaimana cara dan alasan lebih kuat mengapa properti bisa jadi salah satu cara mereka berinvestasi di masa depan,” kata Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division Bank BTN.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda