Dorong Daya Beli Properti, BI Akan Longgarkan Aturan LTV KPR

Bank Indonesia tengah mengkaji kemungkinan menurunkan rasio LTV untuk uang muka KPR. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Indoneisa Future City-RumahHokie.com-adhitya
(Foto : Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Untuk mendorong daya beli masyarakat di sektor properti, Bank Indonesia (BI) berencana menurunkan sejumlah kebijakan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Di antara yang ingin mereka lakukan adalah melonggarkan aturan loan to value (LTV).

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengutarakan pihaknya tengah mengkaji kemungkinan menurunkan rasio LTV. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitasnya.

“Kami sedang mengkaji rasio loan to value (LTV). Sebelumnya penurunan uang muka sudah cukup rendah, tapi kami lihat masih ada lagi yang perlu diturunkan,” ujar Perry di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018), seperti dikutip dari detikFinance.

Baca Juga : Survei Bank Indonesia: Kenaikan Harga Rumah Terjadi di Semua Tipe

Sejauh ini, berdasarkan Peraturan BI (PBI) Pasal 17 Nomor 18/16/PBI/2016 mengenai
Rasio Loan to Value untuk KPR, pihak bank hanya menanggung berkisar 85% – 90% dari total harga rumah. Sedangkan sisanya, menjadi uang muka.

Selain menurunkan persentase uang muka untuk kredit properti, pihak Bank Indonesia juga akan mengkaji relaksasi terkait jangka waktu pembayaran.

Sehingga, nantinya pembayaran KPR akan disesuaikan dengan jangka waktu perkembangan pembangunan perumahan.

“Ini sedang kami kaji, harapan kami saat rapat dewan gubernur (RDG) Juni mendatang sudah bisa didiskusikan, termasuk langkah immediate soon setelah kebijakan suku bunga dan intervensi,” tuturnya.

Baca Juga : Mau Bayar Tanda Jadi dan Uang Muka Rumah, Perhatikan Hal Ini!

Menyandur dari laman Kontan, rencana penurunan LTV disambut baik oleh sejumlah kalangan dari dunia perbankan nasional.

Budi Satria, Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) merasa optimistis rencana relaksasi LTV ini bisa mendorong pertumbuhan bisnis KPR. “Dampaknya akan bagus untuk pertumbuhan KPR BTN,” kata Budi.

Selama ini Bank Indonesia memberikan peraturan yang cenderung ketat untuk kredit properti. Pada tahun 2012 lalu, BI merilis batas LTV kredit properti ditetapkan sebasar 70%.

Itu artinya, calon pembeli hunian KPR harus menyiapkan uang muka sebanyak 30% dari harga rumah. Kemudian, di tahun 2015 dan tahun 2016, kebijakan tersebut dilonggarkan

Saat ini LTV untuk KPR properti yang dirilis oleh Bank Indonesia tercatat sebesar 85%. Sehingga, uang muka yang dibebankan kepada peminjam adalah senilai 15% dari total harga rumah yang ingin dibeli.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda