Dukung Pemerintah, REI Targetkan Bangun 200.000 Unit Rumah MBR

DPP REI akan mendukung penuh program Pemerintah Indonesia untuk membantu perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah.

soelaeman soemawinata - REI - 080217 - rumahhokie - anto erawan
Soelaeman Soemawinata (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)Real Estat Indonesia menyatakan akan mendukung penuh program Pemerintah Indonesia di sektor perumahan, terutama untuk merumahkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Program Sejuta Rumah.

Hal ini disampaikan Soelaeman Soemawinata, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) saat berbincang dengan RumahHokie.com dan Bisnis Indonesia di Kantor Pusat DPP REI Jakarta, Rabu (8/2/2017).

“Target REI, kami berharap bisa membangun 200.000 unit rumah sederhana di 2017 ini,” kata Soelaeman.

Baca Juga: Inilah Cara Pengurus Baru REI Kejar Target Program Sejuta Rumah

Dia menuturkan, ada tiga hal yang akan dicapai dengan Program Sejuta Rumah tersebut.

“Pertama, REI akan membantu Pemerintah menyediakan rumah terjangkau untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Dan menurut kami, yang namanya konsep pemerataan pembangunan adalah semua daerah bisa membangun,” kata Eman—demikian Soelaeman Soemawinata akrab disapa.

Kedua, dengan pemerataan pembangunan perumahan, maka aktivitas pengembang daerah bisa dimaksimalkan dan usaha pengembang terus bertumbuh. Hal ini tentu akan meningkatkan kesempatan kerja di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Dilantik, Inilah Jajaran DPP Real Estat Indonesia 2016-2019

Ketiga, dalam jangka panjang pembangunan perumahan tersebut akan menumbuhkan ekonomi di daerah. Pasalnya, pembangunan perumahan biasanya akan disusul dengan beragam fasilitas, seperti fasilitas pendidikan, ritel, pendidikan, dan lain-lain.

“Dengan demikian, akhirnya  orang-orang daerah tak tertarik lagi datang ke Jakarta,” ujarnya.

Subsidi Rumah Middle-Low
Menyoal usulan REI mengenai rumah subsidi untuk bagi golongan middle-low dengan gaji di atas standar MBR, Eman mengatakan pihaknya sedang melakukan identifikasi sudah sampai mana usulan ini ditindaklanjuti.

“Kami akan cek ke PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyatred). Sebab menurut kami, kelas middle-low seharusnya juga dapat subsidi perumahan,” katanya.

Baca Juga: Kementerian PUPR dan REI Bahas Sejuta Rumah dan Hunian Berimbang

Kalangan middle-low ini, menurut Eman, umumnya memiliki ekspektasi yang tinggi dan kerap konsumtif, namun kemampuan finansialnya tak mencukupi.

Kendati demikian, dia menyadari bahwa anggaran Pemerintah di sektor perumahan terbatas, sementara backlog perumahan nasional masih di angka 11 juta unit rumah.

“Mungkin Pemerintah ingin fokus menyelesaikan perumahan MBR dulu, sementara yang middle-low masih dilihat urgensinya. Sebab jika menurunkan ekspektasi, mereka masih bisa membeli rumah untuk MBR, namun tentu saja tidak dapat menggunakan subsidi dari FLPP (fasilitas likuiditas pembiayan perumahan),” urainya.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda