Dukung Program Sejuta Rumah, REI Targetkan Bangun 230 Ribu Rumah MBR

Di 2017 silam, REI membangun sekitar 206 ribu unit rumah subsidi. Sementara tahun ini, target pembangunan bertambah menjadi 230 ribu unit.

soelaeman soemawinata - REI - 080217 - rumahhokie - anto erawan
Soelaeman Soemawinata (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bogor) – Meski sejumlah kendala masih terjadi di lapangan, Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) tetap berkomitmen untuk merealisasikan target Program Sejuta Rumah (PSR).

Target pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasillan rendah (MBR) yang dilakukan REI pun kian meningkat setiap tahunnya. Di 2017 silam, REI membangun sekitar 206 ribu unit rumah subsidi—pencapaian  terbesar asosiasi pengembang terbesar di Tanah Air ini. Di tahun ini, REI menambah target pembangunan menjadi 230 ribu unit rumah sederhana bagi MBR.

Baca Juga: Real Estat Indonesia: Perbankan Tidak Pro Industri Properti

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengungkapkan, jika pencapaian REI di 2017 ditambah dengan 178 ribu rumah non-subsidi (baik tapak maupun apartemen), maka tahun lalu kontribusi REI setidaknya mencapai 384 ribu unit atau hampir 40% dari capaian Program Sejuta Rumah.

Dengan demikian, imbuhnya, bisa dikatakan bahwa REI adalah penyumbang terbesar dalam PSR. Hal ini sejalan dengan tagline REI sebagai “Garda Terdepan Membangun Rumah Rakyat” yang dicanangkannya sejak dia terpilih sebagai Ketua Umum DPP REI pada 2016.

Baca Juga: Pengembang Keluhkan Sejumlah Hal Terkait Rumah Subsidi

“Kita harus dukung terus program (sejuta rumah) ini, karena program ini kebetulan kompetensinya ada di REI, jadi pengalaman kami ada di situ,” ungkap Eman—panggilam akrab Soelaeman—saat menjadi pembicara di acara Diskusi dan Media Gathering Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Cisarua, Bogor, Jumat (28/9/2018).

Dengan membantu masyarakat membangun rumah, kata Eman, maka anggota REI bisa bekerja sekaligus beramal. Bekerja untuk bisnisnya, dan beramal karena membantu banyak orang yang ingin punya rumah.

Tujuh Pilar Utama
Sementara itu, jelang dua tahun kepengurusan REI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Soelaeman Soemawinata dan Sekretaris Jenderal Paulus Totok Lusida, berbagai capaian sudah berhasil diraih asosiasi ini.

Dari tujuh pilar utama yang menjadi prioritas kerja kepengurusan periode 2016 – 2019, praktis hampir seluruhnya sudah dilakukan. Selain beberapa usulan review regulasi yang sedang diperjuangkan.

Baca Juga: Bantu Pengembang Daerah, “REI Finance” Dibesut

Ketujuh pilar yang lahir dari hasil berkeliling ke daerah-daerah tersebut yakni pendidikan dan pelatihan (diklat), pembiayaan dan perbankan, pertanahan, perizinan, perpajakan, infrastruktur dan tata ruang serta hukum dan regulasi.

Pertama, terkait penyelenggaraan diklat. Menurut Eman, saat ini diklat sudah dilakukan secara terorganisir di hampir semua daerah oleh Badan Diklat DPP REI yang dibentuk dengan tugas pokok menyusun materi diklat, menyiapkan tim pengajar dan mengkoordinasikan penyelenggaraan diklat di daerah.

Eman menuturkan, permintaan dari daerah untuk melaksanaan diklat cukup luar biasa yang menunjukkan bahwa anggota REI di daerah memang membutuhkan program tersebut. Dengan menggalakkan kembali diklat menunjukkan REI memberikan perhatian besar terhadap sumber daya manusia yang menjalankan bisnis properti.

Baca Juga: Inilah Cara Pengurus Baru REI Kejar Target Program Sejuta Rumah

Nantinya, pengembang yang sudah mengikuti diklat akan disertifikasi oleh REI sendiri karena asosiasi ini telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bidang properti yang secara negara sudah disahkan untuk melakukan sertifikasi.

Kedua, mengenai pembiayaan dan perbankan. REI menjadi satu-satunya asosiasi perusahaan properti yang memiliki kerjasama riset dan kajian terkait bisnis properti dengan Bank Indonesia.

Relaksasi aturan Loan to Value (LTV) merupakan salah satu kebijakan yang di-endorse REI untuk mempercepat pemulihan pasar properti, dan akhirnya mendapat persetujuan dari Bank Indonesia.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda