Early Bird Strategy, Tak Selamanya Bawa Hoki

Beli early bird, saat properti masih berbentuk gambar dan tanah belum dikeruk, dianggap akan mendatangkan keuntungan paling besar. Benarkah?

serah terima kunci-Beli Properti-RumahHokie-dok2
Foto: Dok.RumahHokie.com

RumahHokie.com – Burung yang bangun paling pagi, akan dapat makanan paling banyak. Beli properti saat masih gambar dan tanah belum dikeruk akan untung paling besar.

Benarkah? Ada dua hal yang patut dihitung-hitung.

Pertama, jika Anda  berniat untuk long-term investment (lima tahun ke atas), membeli early bird cocok. Sebuah perusahaan developer sudah tahu harganya akan menjadi berapa dalam dua tahun lagi, karena mereka umumnya sudah membuat proyeksi penjualan dari Price (P1 sampai dengan P7) dengan simulasi kenaikan x% per periode/per jumlah unit terjual.

Jadi, inilah salah satu alasan mengapa developer tidak ingin semua unitnya terjual pada saat paling awal (kecuali ada begitu banyak tahap/tower yang sedang direncanakan).

Kenaikan-kenaikan berada pada kisaran 40% – 90% dari harga perdana (2-3 tahun lalu). Artinya, nilai aset Anda jika beli Rp400 juta, pada akhir tahun ke tiga, dengan compound 25%, sudah menjadi sekitar Rp781 juta.

Belum lagi jika siap disewakan pada tahun kedua, maka Anda akan memiliki tambahan uang di kantong.

Kedua, jika Anda pembeli yang ragu-ragu dan belum jelas bakal long-term atau megap-megap mengangsur, efek early bird tidak bakal terasa pedasnya.

Early bird model, tidak berpihak kepada pembeli jangka pendek, kecuali pada satu-dua proyek masterpiece dengan unit tidak terlalu banyak, yang menjadi rebutan banyak orang.

Tentu saja tidak hitam putih. Faktanya, ada investor early bird yang “terpaksa” menjual under market dari price list developer di tahun ke dua atau ketiga, bahkan jadi persaingan harga yang membuat kacau struktur harga di pasar masa kini.

Nah, unit-unit under market ini biasanya dibeli oleh “eagle investor” yang cerdas, cepat, dan jelalatan mencari mangsa—yang tentu saja greedy. Hari gini, mau dibilang apa deh, yang penting untung paling gede.

Ternyata early bird (burung) memang selalu kalah dibanding eagle investor (elang). Hukum alam.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda