Empat Tips Penting Saat Membeli Rumah Second

Membeli rumah bekas pastinya lebih menantang dibanding rumah baru. Pasalnya, kualitas bangunan bisa dipastikan sudah berkurang di sana-sini.

RumahHokie.com (Jakarta) – Membeli rumah bekas (second) pastinya lebih menantang dibanding rumah baru. Pasalnya, kualitas bangunan bisa dipastikan sudah berkurang di sana-sini.

Ada beberapa tips yang harus diperhatikan dalam membeli rumah bekas, antara lain lokasi, legalitas, dan harga. Hal ini penting, supaya Anda tidak dirugikan.

Lokasi
Lokasi, lokasi, lokasi. Inilah yang menjadi prioritas pertama saat membeli rumah. Terkait lokasi, perlu dipertimbangkan juga beberapa hal, antara lain:

a. Infrastruktur dan transportasi umum dari lokasi rumah dengan tempat kerja atau usaha.

b. Jika memungkinkan, rumah tidak berada di kawasan macet, karena akan mengganggu aktivitas.

c. Sebelum membeli, sebaiknya Anda melihat lokasi rumah beberapa kali untuk mempertimbangkan waktu dan jarak tempuh.

Harga
a. Sebelum memutuskan untuk membeli atau menawar, alangkah baiknya Anda mengecek dulu harga pasar. Cari tahu di kantor broker properti terdekat, karena biasanya mereka mengetahui harga pasar. Coba juga membandingkan dengan harga properti yang dijual di sekitar rumah yang diincar.

Baca Juga: Tips Mudah Menentukan Harga Jual Rumah

b. Harga yang ditawarkan penjual sudah termasuk apa saja? Sebelum membayar tanda jadi atau membuat nota kesepakatan, harus diketahui pajak (PPH atau BPHTB), biaya surat-surat (pengalihan Hak/PPAT/AJB) akan menjadi beban siapa?

c. Cara pembayaran/jangka waktu pembayaran harus jelas terlebih dahulu. Jika ada salah satu pihak membatalkan, harus ada penalty/sanksi. Jika transaksi dalam jumlah besar, alangkah baiknya perjanjian dilakukan di depan notaris, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Surat-surat
Surat-surat atau izin rumah yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. Sertifikat HGB/Hak Milik.
b. Jangka waktu berlakunya sertifikat (khususnya HGB).
c. Cocokkan nomor rumah dengan nomor yang ada di sertifikat.
d. IMB rumah/bangunan.
e. PBB rumah tersebut, terutama untuk tahun berjalan, karena jika tidak ada PBB, maka jual beli tidak dapat dilaksanakan.
f. Gambar rumah/block plan.

Baca Juga: Tips Lengkap Sebelum Membeli Rumah Second

Lain-lain
a. Dalam menentukan pilihan jangan terlalu emosional. Semua perlu dipertimbangkan masak-masak.

b. Rekening telepon, listrik, air, keamanan, perlu diperhatikan. Minta bukti pembayaran terakhir dalam kondisi sudah lunas semua, lalu cek apakah ada tunggakan.

c. Bukti pembayaran PBB tahun sebelumnya sampai tahun ini harus ada. Jika ragu, Anda dapat mengecek di bank tempat pembayaran PBB atau kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) setempat.

d. Jika sudah selesai transaksi, alangkah baiknya bertamu atau melaporkan diri kepada Ketua RT/RW setempat, sebagai penduduk baru.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda