Era Digital Bawa Pasar Ritel Jakarta Lebih Atraktif

Konsultan properti global, Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia merilis data dan tren terbaru mengenai perkembangan pasar retail di Jakarta selama kuartal I-2018.

Pasar Ritel Jakarta-RumahHokie.com-Adhitya Putra-DSC_5542
Ilustrasi mal di Jakarta. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Perkembangan teknologi dan inovasi yang terjadi pada dunia digital ikut mempengaruhi bisnir retail di wilayah Jakarta. Kini, sejumlah peritel membuat tempat usahanya menjadi tampil lebih menarik, agar para konsumennya tertarik untuk berkunjung.

Konsultan properti global, Jones Lang Lasalle (JLL) Indonesia merilis data dan tren terbaru mengenai perkembangan pasar retail di Ibukota selama kuartal I-2018.

“Sekarang kebutuhannya (pusat perbelanjaan) harus yang bisa menjadi arena pertemuan, memiliki WiFi, tampilannya instagramable, dan desainnya atraktif,” ujar James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, ketika jumpa pers, Rabu (04/04/2018) di Jakarta.

Baca Juga : E-Commerce Berikan Angin Positif Terhadap Pergudangan Modern

Dengan tren seperti itu, tingkat okupansi (hunian) di pasar retail Jakarta berada di level 88,5% dan diperkirakan bisa terus tumbuh hingga 90% di tahun 2019 mendatang.

Mereka juga memperkirakan, proporsi sektor F&B akan mengalami kenaikan menggantikan proporsi Department Store yang luasannya cenderung berkurang.

Area F&B yang rata-rata sekitar 10%, meningkat menjadi 20% hingga 30% yang akan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan.

Dalam kesempatan yang sama, Cecilia Santoso, Head of Retail JLL Indonesia menerangkan berada dalam era digital membuat para peritel dan pemilik properti lebih kreatif untuk beradaptasi dengan tren yang sedang berlangsung.

“Program marketing yang atraktif, renovasi yang dilakukan oleh sejumlah tenant dan perubahan konsep serta desain adalah usaha-usaha yang dilakukan oleh peritel dan pemilik bangunan shopping mall untuk menarik konsumen untuk berkunjung,” katanya.

Baca Juga : Penjualan Kondominium Segmen Menengah Diprediksi Terus Bertumbuh

Rata-rata penyerapan ruang ritel sejak tahun 2015 hingga saat ini mencapai 56.000 meter persegi. Apabila dibandingkan periode tahun 2008 hingga tahun 2013, rata-rata penyerapan ruang ritel di Jakarta bisa mencapai 173.000 meter persegi.

JLL Indonesia mengatakan hingga saat ini belum ada pasokan baru ruang di pasar ritel. Sehingga stok pasokan ruang yang tersedia di pasaran masih di angka 2,9 juta meter persegi.

Dengan kondisi rental yang cenderung stabil, harga sewa ruang ritel di kota Jakarta berada diangka Rp499.084 per meter persegi.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda