Fifty Seven Promenade Sukses, Intiland Raih Penjualan Rp3 Triliun

Meskipun kontribusi recurring income baru sekitar 10%, namun nilainya melonjak 32% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu.

Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta)PT Intiland Development, Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun sepanjang sembilan bulan pertama yang berakhir 30 September 2017.

Angka ini setara dengan 131% dari target perolehan marketing sales tahun 2017 yang mencapai Rp2,3 triliun.

Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland menjelaskan, melonjaknya nilai marketing sales secara signifikan terutama didorong oleh kesuksesan proyek Fifty Seven Promenade.

Baca Juga: Rilis Fifty Seven Promenade, Intiland Tawarkan Cara Pembayaran Unik

Proyek mixed use & high rise ini mencatatkan penjualan Rp1,5 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 51% dari total marketing sales Intiland.

Selain Fifty Seven Promenade, katanya, lonjakan nilai marketing sales juga ditopang penjualan dua proyek lain, yakni Ngoro Industrial Park dan Serenia Hills. Ketiganya memberikan kontribusi Rp2,2 triliun (74%).

“Nilai marketing sales melonjak sebesar 115% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2016 yang jumlahnya sebesar Rp1,4 triliun,” ungkap Archied dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com hari ini (19/10/2017).

Recurring Income Naik 32%
Ditinjau berdasarkan segmen pengembangannya, kontribusi marketing sales terbesar berasal dari pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp1,85 triliun atau 61% dari total pendapatan.

Segmen kawasan industri tercatat sebagai kontributor marketing sales terbesar kedua dengan Rp531 miliar (18%) diikuti perumahan sebesar Rp343 miliar (11%), dan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp294 miliar (10%).

Baca Juga: Hendro Gondokusumo: Jangan Lakukan Direct Fighting!

Berdasarkan jenis sumbernya, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan kontribusi Rp2,7 triliun (90%), sementara recurring income dari penyewaan ruang kantor, ritel, pengelolaan lapangan golf, klub olah raga, pergudangan, dan fasilitas menyumbang marketing sales Rp294 miliar (10%).

“Meskipun kontribusi recurring income baru sekitar 10%, namun nilainya melonjak 32% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu,” ungkap Archied.

Peningkatan recurring income, imbuhnya, didorong adanya naiknya kontribusi pendapatan dari penyewaan ruang perkantoran dan fasilitas, terutama yang berasal perkantoran South Quarter di Jakarta Selatan.

“Kami melihat prospek tenant atau penyewa masih bagus. Saat ini okupansi baru mencapai 58%, sehingga berpotensi naik dan akan meningkatkan recurring income,” jelasnya.

Fokus Proyek Eksisting
Memasuki kuartal terakhir 2017, Intiland akan berfokus pada pemasaran proyek-proyek eksisting serta memperkuat pemasaran dengan menggelar Intiland Expo’17 di Jakarta dan Surprise Sundays di Surabaya.

Baca Juga: Targetkan Pendapatan Rp120 Miliar, Intiland Expo 2017 Digelar

“Kami terus memantau kondisi dan arah pergerakan sektor properti. Saat ini kami berfokus dulu pada proyek-proyek yang sudah berjalan,” kata Archied.

Dia menilai, secara umum iklim pasar properti cukup kondusif. Stabilitas makro ekonomi, tren penurunan suku bunga, penetapan kepemilikan properti untuk warga negara asing, serta iklim investasi yang relatif kondusif, berpotensi menjadi katalis pertumbuhan industri properti nasional di masa depan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda