Fokus Bangun Rumah Murah, SPS Group Beberkan Kiat Suksesnya

Karena margin keuntungan yang tipis, pengembangan rumah sederhana harus dilakukan dengan cepat untuk memperlancar cashflow perusahaan.

asmat-amin-ceo-sps-group-mei-2019-anto-erawan-rumahhokie-dok
Asmat Amin, CEO SPS Group (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Melihat kebutuhan pasar yang sangat besar, PT Sri Pertiwi Rejeki (SPS Group) masih akan fokus mengembangkan perumahan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Asmat Amin, CEO SPS Group menjelaskan, jika merujuk pada angka GDP per kapita, mayoritas penduduk Indonesia rata-rata berpenghasilan USD3.700 per tahun atau sekitar Rp3,8 juta per bulan.

Baca Juga: Asmat Amin: Buat Apa Infrastruktur, Kalau Rakyat Tidak Punya Rumah!

“Artinya, rata-rata kemampuan mencicil penduduk Indonesia berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per bulan. Ini masuk untuk segmen rumah subsidi dan subsidi plus, makanya kami fokus di pasar ini. Selain itu, rumah murah juga tidak mengenal istilah lesu, karena pasarnya yang sangat besar dan merupakan kebutuhan utama,” tutur Asmat Amin dalam acara buka puas bersama media, Jumat (31/5/2019).

Kunci Sukses
Menurutnya, kecepatan juga menjadi kunci sukses pengembangan rumah murah. Karena margin keuntungan yang tipis, pengembangannya harus dilakukan dengan kecepatan yang tinggi untuk memperlancar cashflow perusahaan.

Misalnya, memasarkan 2.500 unit rumah harus bisa dilakukan dalam 1,5 – 3 bulan sehingga dana yang ada bisa digunakan untuk membeli lahan baru sehingga pengembangan dan belanja tanah bisa berjalan seiring untuk menjamin kontinuitas perusahaan.

Baca Juga: SPS Group dan BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program Rumah Pekerja

Cashflow harus cepat sehingga kita bisa segera belanja lahan baru untuk pengembangan berikutnya. Rata-rata yang kami lakukan fifty-fifty untuk pengembangan proyek berjalan dan belanja tanah,” katanya.

Asmat menerangkan, ada banyak strategi yang diterapkan, yang paling penting adalah pihaknya memiliki strategi khusus terkait pembebasan lahan, karena ini yang paling sulit.

Baca Juga: Begini Caranya, Agar Pengembang Tertarik Membangun Rumah Subsidi

“Tidak semua pengembang memiliki kemampuan membebaskan lahan yang bisa dikembangkan untuk rumah bersubsidi dan itu yang menjadi expertise kami,” beber Asmat.

Strategi lainnya yang dilakukan yaitu aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti Bank BTN yang menjadi mitra utama terkait pembiayaan perumahan. Kemudian SPS Group juga menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memperlancar pemasaran rumahnya. Pemasaran kepada berbagai  industri yang memiliki karyawan besar juga dilakukan untuk membukukan penjualan borongan (bulk sales).

Target 15.000 Unit
Hingga saat ini, imbuh Asmat, landbank yang sudah dikuasai sekitar 1.000 hektar di Timur Jakarta. Sebanyak 70% ada di Cikarang, sementara sisanya berada di Karawang, Subang, dan Purwakarta.

“Tahun ini kami optimistis pengembangan rumah murah akan semakin baik terlebih dengan sudah diberlakukannya harga patokan baru untuk rumah subsidi per Mei 2019,” tandas Asmat.

Baca Juga: SPS Group Pasarkan Empat Perumahan Murah di Timur Jakarta

Tahun 2019 ini, SPS Group menargetkan penjualan yang lebih tinggi lagi mencapai 15.000 unit. Proyek yang akan menjadi andalan adalah Grand Cikarang City 2 (280 hektar) yang berlokasi sangat dekat dengan koridor Jalan Gatot Subroto, jalan raya utama yang melintasi Cikarang – Lemah Abang sekaligus akses ke Stasiun Lemah Abang dan Cikarang.

Lebih Dari 100.000 Unit
Sebagai pengembang yang fokus pada segmen rumah sederhana selama 18 tahun, SPS Group telah berhasil membangun lebih dari 100 ribu unit. Di 2017, SPS Group berhasil menjual 10 ribu unit dari tiga proyeknya: Villa Kencana Cikarang (125 hektar) yang diresmikan Presiden Joko Widodo dengan melakukan akad kredit serempak sebanyak 4.000 unit.

Pada tahun yang sama, dari Grand Cikarang City (560 hektar) dan Grand Vista Cikarang (65 hektar) berhasil dijual sebanyak 10.000 unit. Kemudian Grand Cikarang City (280 hektar) sebanyak 2.400 unit dan Grand Vista Cikarang (65 hektar) sebanyak 4.000 unit. Dari rata-rata penjualan 5.000-an unit per tahun, SPS menggenjot kapasitas produksinya menjadi rata-rata 10.000 unit per tahun.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan 8.700 Rumah Pekerja dengan Uang Muka Rp1 Jutaan

Asmat mengatakan, SPS Group juga fokus mengembangkan rumah murah di kawasan-kawasan industri yang memiliki basis pasar dari kalangan pekerja industri tersebut.

Sebagai gambaran, tahun 2018 lalu SPS Group berhasil mengembangkan sebanyak 12 ribu unit rumah dan kerap melakukan akad masal hingga ribuan unit sekaligus dengan Bank BTN untuk proyek di Grand Cikarang City 2, Grand Vista Cikarang, Vila Kencana Karawang, dan Grand Subang Residence.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda