Fokus Pasar Properti Primer, 99.co Luncurkan Dua Produk

Untuk melakukan penetrasi ke pasar properti Indonesia, perusahaan asal Singapura ini menggelontorkan dana sebesar USD2,5 juta.

Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Meramaikan dunia properti daring, situs properti asal Singapura, 99.co secara resmi meluncurkan dua produk sekaligus, yaitu consumer website dan aplikasi Android untuk agen properti, Senin (23/1/2017).

Consumer website yang diperkenalkan 99.co di Indonesia mengadaptasi fitur-fitur yang dimiliki oleh 99.co Singapura, yaitu fitur pencarian menggunakan peta, fitur perbandingan antara produk-produk yang sejenis, serta live chat dengan concierge officer.

“Setelah membangun teknologi pencarian properti yang disukai oleh pengguna di Singapura sejak diluncurkan dua tahun lalu, 99.co menetapkan Indonesia sebagai negara tujuan pertama ekspansi internasional dan menjadi pasar yang penting,” jelas Darius Cheung, CEO 99.co.

Dia mengungkapkan untuk melakukan penetrasi ke pasar Indonesia, pihaknya menggelontorkan dana sebesar USD2,5 juta.

Saat RumahHokie.com bertanya seputar target di 2017, Darius menggatakan, selama 2016 sebanyak 400 keluarga sukses mendapatkan hunian melalui situs 99.co.

“Tahun ini, kami menargetkan angka duapuluh kali lipat dari 2016,” katanya.

Business To Business To Consumer
Pada tahap awal operasiaonal di Indonesia, 99.co fokus pada pasar primary property (properti baru). Dengan fokus pada primary property, informasi yang ditampilkan di laman 99.co menjadi lebih akurat, karena sumber informasinya langsung dari pihak developer.

“Berbeda dengan listing property secondary yang biasanya tidak mencantumkan koordinat alamat lengkap di peta karena agen properti enggan mencantumkan detail lokasi, properti baru biasanya memiliki koordinat yang tepat, sehingga informasinya lebih akurat. Hal ini sejalan dengan fitur pencarian properti dengan menggunakan peta, yang menjadi salah satu fitur unggulan dari 99.co,” tutur Irvan Ariesdhana, Country Manager 99.co Indonesia.

Irvan memaparkan, untuk lebih memahami kebutuhan semua pihak yang terkait dalam transaksi properti, 99.co tidak menjalankan model Business To Consumer (B2C), tetapi lebih ke Business To Business To Consumer (B2B2C).

“Saat ini konsumen semakin selektif ketika menentukan pilihan, apalagi jika menyangkut keputusan besar seperti pembelian properti. Kemudahan akses informasi ke produk properti menjadi faktor penentu dalam proses transaksi.

Untuk itu, developer dan agen properti harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini. Dengan memanfaatkan teknologi dan model bisnis B2B2C, kata Irvan, 99.co menghubungkan semua pihak di dalam industri properti dengan satu tujuan yang sama, yaitu transaksi.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda