Franchise Retail: Saat Ritel Besar Menggarap Pasar Menengah

Bisnis ritel sungguh hiruk-pikuk di segmen medium. Yang raksasa mengecil dan yang mini jadi midi. Ketemu di tengah. Lalu bermunculan pemain tengah baru.

Franchise Retail: Saat Ritel Besar Menggarap Pasar Menengah
Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com – Bisnis ritel (convenience store) sungguh hiruk-pikuk di segmen medium. Yang raksasa mengecil dan yang mini jadi midi. Ketemu di tengah. Lalu bermunculan pemain tengah baru.

Seperti sepakbola, kemenangan tim ditentukan oleh jago-jago midfielder. Ada Andres Iniesta (Barcelona), Michael Carrick (Manchester United), dan Philippe Coutinho (Liverpool), atau Luka Modric (Real Madrid). Di ritel namanya, compact supermarket.

Baca Juga: Sandwich Strategy: Perang Mini Market Vs Hypermarket

Setelah Alfamart dan Indomaret masuk ke midfielder, yang gede ikut. Ada Hero, Giant Ekspres, Carrefour Express, dan pendatang baru Loka Lifestyle, serta GS dari Korsel.

Sebentar lagi, Lion Express. Ini bentuk mini dari Super Indo yang dimiliki Salim Group dan Ahold Delhaize (Belanda). Lion Express bakal buka franchise juga karena wajib pada setiap pengusaha yang sudah punya 150 gerai untuk menawarkan kepada publik sesuai Permendag 68/2012.

Baca Juga: Perusahaan Ritel Korea Buka Gerai Pertama di Legenda Wisata

Lion Express minta franchise fee Rp2,5 miliar dan mereka jadi retail operator. Uang itu belum termasuk tempat usaha dan perizinan. Luasnya 500 meter persegi.

Katanya, gerai percontohan di Rempoa, Jaksel sukses tuh. Dagang daging sampai puding. Ada cabai, gulai, dan roti canai dibeli ibu-ibu aduhai. Juga sayur, mayur, telur, bubur, dan obat kumur.

Baca Juga: Ruang Ritel Jakarta: Suplai Tipis Mengerek Tingkat Okupansi

Pelajari dengan seksama payback period-nya. Karena belajar dari buka franchise Alfa/Indo, Anda baiknya punya ruko sendiri dan bukan sewa.

Payback-nya lama sehingga cocok untuk bisnis pensiunan. Kecil tapi rutin dan panjang. Nah, orang muda mau instan. Bangun tidur terus berangkat kerja. Sampai kantor ada yang salah. Sepatu punya isteri kebawa.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda