Gandeng Bank Dunia, Kementerian PUPR Tingkatkan Kualitas Rumah MBR

Bank Dunia menengarai kualitas konstruksi rumah MBR yang rendah justru akan membuat mereka lebih rentan dan makin miskin bila terjadi bencana alam.

rumah-subsidi-MBR-kementerian-pupr-rumahhokie-dok-2019
Rumah MBR (Foto: Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) bekerjasama dengan Bank Dunia mendorong pemenuhan rumah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) layak huni melalui National Affordable Housing Program (NAHP).

Dalam Program NAHP ini, disalurkan dana sebesar USD450 juta untuk mendukung pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan bantuan teknis.

Baca Juga: Kementerian PUPR: Program Sejuta Rumah Dilirik Investor Asing

“Penyediaan hunian layak bagi MBR telah diakselerasi melalui Program Sejuta Rumah (PSR), antara lain dengan pemberian Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta dukungan pembiayaan untuk perolehan rumah umum,” jelas Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Banyak Rumah Belum Penuhi Standar Konstruksi
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap kualitas konstruksi rumah pengembang yang dibangun dengan subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ditemukan sejumlah rumah belum memenuhi standar konstruksi, dan belum dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas dasar yang memadai.

Di saat yang sama, rumah swadaya masyarakat yang mendapat fasilitas bantuan pemerintah, beberapa di antaranya juga belum memenuhi standar keamanan struktur maupun indikator kesehatan.

Baca Juga: KemenPUPR dan Bank Dunia Bahas Pasokan Rumah Rakyat

“Kondisi tersebut memerlukan perhatian tersendiri, karena keberhasilan target kuantitas yang dicapai masih belum bisa diimbangi dengan penyediaan kualitas yang setara. Kewajiban Pemerintah untuk menyediakan rumah layak, yang aman, sehat dan terjangkau bagi masyarakat, tentu menjadi kurang optimal akibat terabaikannya sisi kualitas, yang merupakan syarat dari kondisi layak,” terang Dwityo Akoro Soeranto.

Bank Dunia saat ini sangat peduli terhadap isu kualitas rumah MBR karena Project Development Objective (PDO) dalam National Affordable Housing Program (NAHP) akan diarahkan pada peningkatan akses MBR terhadap rumah layak terjangkau berkualitas. Kualitas rumah yang dimaksud adalah kualitas konstruksi rumah yang aman dari ancaman gempa.

Kualitas Konstruksi Rumah MBR
Sementara itu, Koordinator Program Perkotaan Indonesia dari Bank Dunia, Marcus Lee menengarai kualitas konstruksi rumah yang rendah justru akan membuat MBR menjadi lebih rentan dan semakin miskin ketika terjadi kejadian bencana.

Memahami hal tersebut, Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan bekerjasama dengan Bank Dunia dalam program NAHP menyelenggarakan Lokakarya Kualitas Konstruksi Rumah, yang mengangkat tema “Mewujudkan Rumah Yang Aman, Sehat dan Berkualitas Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah” yang dilaksanakan pertengahan September 2019 silam.

Baca Juga: Dibantu Bank Dunia, Program Perumahan Terjangkau Dimulai 2018

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bank Dunia serta perwakilan dari kementerian/ lembaga serta pemerintah daerah, Direktur Rumah Swadaya Ditjen Penyediaan Perumahan Jhony Sofyan Fajar Subrata dan Project Implementation Unit (PIU) National Affrordable Housing Program (NAHP) Dedy Permadi, para ahli dan praktisi dari dalam dan luar negeri, serta perwakilan pemerintah daerah.

“Bank Dunia akan bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia untuk memastikan dan mendukung ada peningkatan kualitas rumah bagi MBR dalam program BSPS maupun rumah bersubsidi KPR. Melalui lokakarya ini kita dapat berbagi ide dan pemikiran untuk mewujudkannya,” pungkas Marcus Lee.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda