Gandeng KAI, Kementerian PUPR Gagas Rumah Deret Sewa di Stasiun Kereta

Masyarakat kurang mampu biasanya membuat hunian seadanya dan kurang layak huni di pinggir-pinggir jalur kereta api sehingga kawasan tersebut menjadi kumuh.

Khalawi Abdul Hamid - ristyan - kemenpupr - rumahhokie - dok
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid (Foto: Ristyan Putra - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)

RumahHokie.com (Jakarta) – Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menggagas pembangunan rumah deret sewa di sekitar Stasiun Kereta Api.

Hal itu diperlukan guna menata lingkungan sekitar jalur kereta api sekaligus menjadi salah satu solusi penyediaan hunian layak bagi masyarakat di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Mau Rumah Subsidi, Ini Dia 40 Bank Penyalur KPR FLPP di 2018

“Kami usulkan agar lahan-lahan yang ada di sekitar Stasiun Kereta Api bisa dibangun rumah deret sewa untuk masyarakat kurang mampu,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Khalawi menjelaskan, saat ini harga lahan di perkotaan termasuk yang ada di sepanjang jalur kereta api sangat mahal dan membuat masyarakat kurang mampu sulit untuk memiliki rumah.

Mereka yang belum memiliki kemampuan untuk memiliki rumah di kawasan perkotaan kemudian membuat hunian seadanya dan kurang layak huni di pinggir-pinggir jalur kereta api sehingga kawasan tersebut menjadi kumuh.

Baca Juga: Kementerian PUPR Salurkan KPR FLPP Rp4,5 Triliun di 2018

Di beberapa lokasi bahkan muncul rumah liar atau rumah semi permanen yang dibangun masyarakat menggunakan bahan bangunan yang kurang layak seperti kardus atau plastik. Padahal seharusnya di sepanjang jalur kereta api harus bebas dari hunian sehingga tidak membahayakan perjalanan kereta.

“Jika rumah deret sewa ini bisa dibangun, setidaknya mereka yang kini tinggal di rumah-rumah liar bisa menyewa dengan harga yang terjangkau. Tentunya rumah deret ini dibangun dengan dengan lebih tertata, serta memenuhi segala persyaratan kesehatan dan tentunya lebih layak huni,” jelas Khalawi.

Dia mengatakan, untuk mendorong pelaksanaan pembangunan rumah deret tersebut, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan jajaran pimpinan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) terkait lokasi-lokasi mana saja yang sekiranya bisa dibangun rumah deret sewa tersebut.

Baca Juga: Perumnas dan PT KAI Mulai Pembangunan Rusun Tanjung Barat

“Yang membangun rumah deret bisa siapa saja, asalkan dengan persetujuan PT KAI. Kami juga akan melakukan perhitungan mengenai biaya sewa rumah deret tersebut. Yang penting harganya terjangkau dan tepat sasaran,” tutur Khalawi.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang ada, kebutuhan rumah layak huni di kawasan perkotaan memang sangat  tinggi. Setidaknya ada 3,4 juta rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia yang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh para pemangku kepentingan bidang perumahan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda