Gandeng SOS Children’s Villages, Synthesis Peduli Masa Depan Anak Indonesia

Program #SynthesisMembangunImpian sejalan dengan misi #SynthesisMembangun, dimana Synthesis sebagai pengembang ingin ikut berperan dan memberi kontribusi kepada masyarakat.

Synthesis SOS Children's Village - rumahhokie - dok2

RumahHokie.com (Jakarta) – Peduli pada tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak Indonesia, pengembang properti Synthesis Development memperkenalkan kampanye bertajuk #SynthesisMembangunImpian.

Dalam program CSR (corporate social responsibility) ini, pihak Synthesis menggandeng SOS Children’s Village, sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen membantu anak-anak yang kehilangan atau berisiko kehilangan hak atas pengasuhan orang tua.

Baca Juga: Dirilis Juli 2019, Synthesis Homes Tawarkan “Smart Home” Bagi Generasi Milenial

“Kami menyisihkan sebagian pendapatan kami kepada SOS Children’s Village dari setiap penjualan unit-unit properti di beberapa proyek, antara lain Synthesis Residence Kemang, Bassura City, Synthesis Homes, Prajawangsa City, Green Synthesis Pontianak, dan Samara Suites,” kata Imron Rosyadi, General Manager Marketing Synthesis Development kepada awak media, Kamis (23/5/2019).

Kontribusi yang diberikan Synthesis untuk SOS Children’s Village diambil dari persentase nilai atas pembelian setiap unit properti di seluruh proyek Synthesis yang tengah dipasarkan tersebut.

Baca Juga: Synthesis Residence Kemang Tawarkan Unit Premium: Arkana

Menurutnya, program #SynthesisMembangunImpian sejalan dengan misi #SynthesisMembangun, dimana Synthesis sebagai pengembang ingin ikut berperan dan memberi kontribusi kepada masyarakat—dalam hal ini anak-anak yang membutuhakan keluarga dan hunian sebagai tempat tumbuh kembang meraih mimpi mereka di masa depan.

“Kontribusi Synthesis ini telah berjalan mulai Februari 2019. Harapan kami, program #SynthesisMembangunImpian bisa berkontribusi dalam memberikan pengasuhan, pendidikan, dan kesehatan yang berkualitas kepada anak-anak dampingannya,” kata Imron.

Bukan Panti Asuhan
Sementara itu, Sumanda Tondang, Direktur Fund Development and Communication SOS Children’s Village menuturkan, SOS Children’s Village berdiri di Wina, Austria pasca-Perang Dunia II.

Di Indonesia sendiri, ungkapnya, SOS Children’s Village telah berdiri sejak 1972. Saat ini SOS Children’s Village telah tersebar di 11 kota, yakni Bandung, Jakarta, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Tabanan, Maumere, Banda Aceh, Meulaboh, Medan, dan Palu.

Baca Juga: Pengelola Apartemen Bassura City Raih Penghargaan dari Kantor Imigrasi

“SOS Children’s Village mengedepankan pengasuhan berbasis keluarga. Kami menyediakan keluarga pengganti bagi anak-anak yang kehilangan atau berisiko kehilangan pengasuhan orang tua (family-like care). Di satu rumah kami sediakan satu sosok ibu yang berinteraksi dengan anak-anak laiknya keluarga kandung. Kami juga menghindari penggunaan istilah ‘anak asuh, ibu asuh, atau yatim-piatu,’” kata Sumanda yang menolak SOS Children’s Village diidentikkan dengan panti asuhan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda