Gedung-gedung Unik di Jakarta yang Pantas Jadi Cagar Budaya

Hampir semua gedung Jakarta dibangun tanpa cita rasa estetika arsitektural, kecuali cita rasa optimalisasi uang.

skyline - gedung - sudirman - jakarta - cagar budaya - rumahhokie - anto erawan - dok
Gedung-gedung di kawasan Jalan Sudirman Jakarta (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com – Revitalisasi Pasar Cinde, Palembang, yang dikhawatirkan mengubah bentuk arsitektur tak urung mengundang kecaman para arsitek. Apalagi, pasar yang dibangun pada 1958 ini merupakan benda cagar budaya (heritage), sama dengan Candi Borobudur.

Lantas, di tahun 2317, gedung apa saja di Jakarta yang pantas jadi benda cagar budaya?

Baca Juga: Colliers International: Gedung Perkantoran ‘Sehat’ Akan Semakin Dilirik

Gedung “paling Indonesia” (menurut saya) saat ini hanya Intiland Tower (sebelumnya bernama Gedung Dharmala sakti) di Jalan Sudirman.

Gaya arsitekturnya seperti tangkup-tangkup pura Bali itu dirancang oleh Paul Rudolph tahun 1982 dengan gaya sunlouver (perisai matahari) dengan atap menjorok (overstek).

Baca Juga: Diubah Tampilannya, Gedung Bank Tua Ini Jadi Perpustakaan yang Keren

Selain itu, hampir semua gedung Jakarta dibangun tanpa cita rasa estetika arsitektural kecuali cita rasa optimalisasi uang. Gedung Sarbini milik para Veteran RI yang seperti Gedung DPR malah dikoyak-koyak duit Plaza Semanggi.

Gedung LIPI di Gatot Subroto sudah di-skin dengan perisai baru yang “melupakan kearifan Indonesia”. SME Building di Gatsu yang berbentuk kubah malah nggak jelas apakah mirip planetarium atau sanatorium.

Mungkin tinggal Gedung Sate, Istana Negara, dan Stasiun Beos saja yang bisa diwariskan 300 tahun lagi. Smart Telkom Building rasanya nggak banget.

Baca Juga: Gedung Bersejarah di Brooklyn Beralih Fungsi Jadi Apartemen Mewah

Nasib gedung-gedung ramah lingkungan di negeri ini bakal sama dengan Bandara Soekarno-Hatta dan Intiland Tower. Bahkan Tommy Soeharto (Mangkuluhur City dan Gayanti) serta Ilham Habibie (Meisterstadt) meski dua-duanya anak presiden, jangan kira bakal bikin yang Indonesia Unique. Semua ingin jadi seperti Rockefeller dan Donald Trump.

Berlomba jadi modern ya monggo saja, yang penting ada yang mikir rada patriotik dong. Bukan bikin baralek gadang di rumah makan padang, tapi gaya topi tapanuli di kuncup Menara BNI tuh. Anda pengusaha rumah Joglo yang akan jadi partriot anak bangsa meski barangnya jarang laku ya. Hadeuh!

F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda