Groundbreaking Digelar, Serah Terima JKT Living Star Dimulai 2020

Proses pembangunan JKT Living Star akan berlangsung selama dua tahun dan serahterima unit akan dilakukan secara bertahap mulai 2020 mendatang.

ground breaking JKT Living Star - Sindeli Propertindo Abadi - rumahhokie - anto erawan - dok
Prosesi groundbreaking JKT Living Star, Jumat, 16 Maret 2018 (Foto: Anto Erawan - Rumahhokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Menandai dimulainya pembangunan superblok JKT Living Star, PT Sindeli Propertindo Abadi melakukan prosesi groungbreaking proyek yang berada di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur tersebut.

“Groundbreaking ini merupakan wujud komitmen kami untuk membangun JKT Living Star,” jelas CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei di selan acara, Jumat (16/3/2018).

Proses pembangunan rencananya akan berlangsung selama dua tahun dan serahterima unit akan dilakukan secara bertahap mulai 2020 mendatang.

Baca Juga: Benamkan Rp2 Triliun, Developer China Bangun JKT Living Star

“Kami optimistis, bisnis properti di Indonesia tahun ini sudah mengalami peningkatan dibanding sebelumnya, dan kami yakin konsep JKT Living Star akan  disukai masyarakat,” tukas Wu.

Berlokasi di Jalan Raya Lapangan Tembak Nomor 10, Pasar Rebo, Jakarta Timur, JKT Living Star dikembangkan di atas lahan 4,8 hektar. Proyek dengan investasi USD150 juta (sekitar Rp2 triliun) ini akan memiliki enam menara apartemen setinggi 28 lantai yang merangkum 3.648 unit apartemen, distrik komersial, dan fasilitas pendukung lain.

Masing-masing tower menawarkan 3 tipe kamar, mulai tipe studio, 2 Bed Room A dan 2 Bed Room B, dengan harga mulai Rp260 juta.

Menurut Wu Wei, sejak diperkenalkan pada awal 2017, lebih dari 90% unit di Tower A telah terjual.

Baca Juga: Proyek-proyek Pengembang China di Indonesia

Lebih lanjut Wu Wei mengatakan, JKT Living Star memiliki posisi yang strategis, karena berbatasan dengan Depok, Bogor, dan Bekasi dan dikelilingi empat ruas jalan utama, yaitu Tol Lingkar Luar (JORR), Tol Cijago, Tol Jagorawi, serta Jalan Raya Bogor.

”Yang paling utama, infrastruktur dan jaringan transportasi di daerah ini sudah lengkap, sehingga sangat memudahkan aktivitas sehari-hari para penghuni nantinya,” jelas Wu Wei.

Dengan pembangunan infrastruktur yang cukup matang, sementara harga unit apartemen yang terjangkau, JKT Living Star dinilai memiliki potensi perkembangan yang besar.

Maket JKT Living Star (Foto: Anto Erawan – RumahHokie.com)

Konsep Green Environment
Sementara itu, Direktur PT Sindeli Propertindo Abadi, Huang De Xin menjelaskan, proyek apartemen yang menyasar generasi milenial dan masyarakat kelas menengah ini mengusung konsep Green Environment yang mengalokasikan lahan 65% untuk kawasan hijau (3,5 hektar), lima taman besar, serta sebuah taman riverfront.

Semua fasilitas dipadukan dengan empat zona di sekitar kawasan hunian, yaitu art commercial pedestrian streetliving spaceeco-park, dan breathing apartment.

Selain ramah lingkungan, proyek ini juga meningkatkan kualitas kehidupan para penghuni dengan menerapkan 5 Upgrade: bangunan, lansekap, zona komersial, sarana kehidupan, dan servis.

Baca Juga: Istaka Karya Gandeng BUMN China Bangun Sejumlah Proyek di Indonesia

Tak hanya itu, imbuhnya, untuk mengimplementasikan fasilitas bisnis, JKT Living Star akan mengembangkan Starlight Street, yaitu area komersial baru dalam berbisnis seluas 5.000 m2.

Dengan konsep “Rubuk” Pertama di Jakarta, JKT Living Star akan membuat inovasi terhadap ruang yang fleksibel yang dipadu dengan ritel, perbankan, restoran, cafe, bar, KTV, Salon, Spa, Ruang bisnis dan lain lain, yang membentuk pusat hiburan makanan dan rekreasi yang berbeda dibanding mall lainnya. Selain itu, supermarket seluas 3.000 m2 akan beroperasi selama 24 jam untuk memfasilitasi para penghuni JKT Living Star.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda