Gelar Munas VIII, AREBI Tunjuk Lukas Bong Sebagai Ketua Umum

Lukas Bong terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Real Estate Broker (AREBI) periode 2018 - 2021.

hartono sarwono - lukas bong - munas arebi viii - rumahhokie - dok
Serah terima jabatan Ketua Umum AREBI dari Hartono Sarwono (kiri) kepada Lukas Bong yang terpilih sebagai Ketua Umum AREBI periode 2018-2021 (Foto: Dok. AREBI)

RumahHokie.com (Tangerang) – Lukas Bong terpilih sebagai ketua umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Jumat (14/9/2018).

Lukas Bong yang berasal dari ERA Max, memenangi posisi Ketua Umum AREBI setelah mengalahkan petahana, Hartono Sarwono dari Mandiri Inti Realty.

Sebelumnya, Lukas merupakan Ketua DPD AREBI DKI Jakarta selama dua periode (2011-2014 dan 2014-2017) dan saat ini dia menjabat sebagai Dewan Kehormatan DPD AREBI DKI Jakarta.

Baca Juga: Hartono Sarwono: Menyoal Perizinan Broker, Tahun Politik, dan Generasi Milenial

Dalam sambutannya, Lukas Bong mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya untuk memimpin AREBI periode 2018 – 2021, dan berjanji menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Dia juga akan melanjutkan progam-program yang telah berjalan dan membuat program-program baru untuk kemajuan AREBI, sehingga AREBI bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi para anggotanya, stakeholder, masyarakat dan industri broker properti di Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi buat Hartono Sarwono atas kepemimpinan dan dedikasinya sehingga banyak kemajuan yang telah diraih oleh AREBI dan industri broker properti di Tanah Air. Saya mohon dukungan semua anggota AREBI karena tantangan ke depan sangat berat. Dengan kekompakan dan pengorbanan semua tantangan bisa kita atasi. AREBI dari Kita, oleh Kita, untuk Semua,” papar Lukas.

Visi dan Misi ke Depan
Lebih lanjut, Lukas mengatakan, dirinya memiliki visi membangun industri jasa perantara properti yang profesional serta mendapat dukungan penuh pemerintah. Sementara, misi Lukas adalah menjadikan industri broker properti yang aman, realistis, etika, berani, dan integritas.

Selain itu, dia juga berupaya menjadikan industri broker properti sebagai profesi yang disegani dan melayani kebutuhan masyarakat umum secara profesional, menciptakan standar kerja di bidang broker properti yang berlisensi, beretika, dan bermartabat.

Baca Juga: Apa Untungnya Menggunakan Jasa Broker Properti?

Di sisi lain, Lukas akan membuat penomoran dan kartu anggota AREBI, memberikan perlindungan hukum bekerjasama dengan pengacara, website aktif sebagai sarana informasi bagi anggota serta branding AREBI kepada masyarakat, dan kunjungan kerja ke DPD-DPD sebagai agenda rutin per kuartal.

“Ke depan, AREBI akan terus meningkatkan jumlah anggota dengan membuat banyak kegiatan yang memberi manfaat bagi anggota sehingga AREBI semakin dikenal. Selain itu jumlah broker properti bersertifikat dan perusahaan broker properti legal yang memiliki SIUP4 juga akan terus ditingkatkan. Dengan demikian, broker properti Indonesia semakin profesional dan mampu bersaing di era perdagangan bebas. Jumlah DPD dan DPC AREBI juga akan terus ditambah dan diperhatikan,” urai Lukas.

munas arebi viii - 2018 - ice bsd city - rumahhokie - dok
Peserta Munas AREBI VIII 2018 (Foto: Dok. AREBI)

Dia mengatakan, AREBI juga akan semakin meningkatkan hubungan dengan pemerintah dan meminta agar pemerintah lebih mendukung industri broker properti dengan menerapkan aturan individu broker properti harus memiliki sertifikat profesi.

“Saat ini pemerintah baru mewajibkan perusahaan broker properti memiliki  SIU-P4 dan telah melakukan razia perusahaan broker properti di beberapa daerah. Ke depan pemerintah harus lebih mendukung broker properti dan lebih tegas yakni individu broker properti harus memiliki sertifikat. Ini telah dilakukan di beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” tutur Lukas.

Sertifikasi Broker dan SIUP4
Pada Musyawarah Nasional AREBI VIII, berbagai program kerja dibahas, terutama program-program untuk semakin meningkatkan profesionalisme anggota AREBI dan memajukan industri broker properti di Tanah Air.

Baca Juga: Tidak Tersertifikasi, Broker Properti Bisa Dipenjara Empat Tahun

Saat ini yang telah mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti  Indonesia (BPI) mencapai 1.350 broker properti dan perusahaan broker properti anggota AREBI yang telah memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4) mencapai 350 perusahaan broker properti.

Di Munas AREBI ke-8 ini juga dilakukan sosialisasi layanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) Dengan OSS, para investor dan pelaku usaha, termasuk pemilik perusahaan broker properti, bisa mengurus izin usaha melalui online atau secara manual.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda