Geliat Pasar Kondominium Jakarta Masih Stagnan Pada Kuartal III-2019

JLL Indonesia melihat aktivitas yang dilakukan oleh pengembang kondominium di Jakarta belum menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pasar Kondominium Jakarta, JLL Indonesia, Apartemen di Kemayoran
Salah satu kondominium di Jakarta. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pasar jual-beli kondominium Jakarta berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh konsultan real estat global, JLL Indonesia, belum menunjukan geliat signifikan pada kuartal II-2019 ini.

Menurut James Taylor, Head of Research JLL Indonesia mengatakan aktivitas penjualan kondominium pun belum mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya. Secara keseluruhan kondisi pasar masih berjalan stagnan.

“Penjualan hingga kuartal III-2019 ini didominasi oleh unit kondominium yang relatif lebih kecil, dengan harga terjangkau serta kemudahan akses dari dan menuju transportasi publik,” tutur James saat jumpa pers, Rabu (16/10/2019) lalu di Gedung BEI Jakarta.

Baca Juga: Penjualan Kondominium Segmen Menengah Diprediksi Terus Bertumbuh

Lebih lanjut dia memaparkan, jumlah hunian yang terjual pada kuartal ini sebesar 700 unit atau sama dengan penjualan kondominium di kuartal sebelumnya.

“Tingkat penjualan kondominium berada di level 64% dan tergolong cukup sehat. Untuk harga jual, masih stagnan seperti pada periode lalu,” katanya.

James Taylor melihat terdapat satu proyek kondominium di Jakarta Selatan yang diluncurkan pada kuartal ini dengan total mencapai 300 unit.

Baca Juga: JLL Raih 17 penghargaan di International Property Awards Asia Pasifik

Sedangkan untuk pasar kondominium di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi (Bodetabek), James berujar 55% penjualan dari total pasok berasal dari wilayah Tangerang.

“Berdasarkan survei kami, terdapat 144 proyek kondominum dengan total unit yang dipasarkan di Tangerang. Jumlahnya mencapai 100 ribu unit, dengan 61% diantaranya telah terjual,” ucap dia.

Sama dengan di Jakarta, selain harga, faktor kedekatan dengan transportasi publik serta kemudahan akses menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli unit kondominium

Baca Juga: Kuartal III-2019, Pasar Perkantoran Jakarta Terdongkrak Perusahaan Teknologi

Sementara itu, Vivin Harsanto Head of Advisory JLL Indonesia, menambahkan aktivitas yang dilakukan oleh pengembang properti belum menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Hal tersebut, menurutnya ditandai dengan hanya terdapat satu proyek kondominium yang diluncurkan pada kuartal III-2019 ini.

“Kami melihat para pengembang, tidak hanya pihak swasta lokal dan asing tetapi juga BUMN, tetap aktif mempersiapkan produk-produk mereka sembari menunggu momen yang tepat untuk meluncurkannya,“ tandas Vivin

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda