Gradana Tawarkan DP Perumahan yang Bisa Dicicil Tanpa Bunga

Melalui fasilitas yang diberikan Gradana, konsumen (borrower) dapat membayar DP dengan cara dicicil antara 24 – 36 kali tanpa bunga.

Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta)Uang muka atau DP (down payment) ditengarai sebagai faktor yang mempersulit konsumen untuk memiliki hunian. Padahal, untuk mencicil mereka mampu.

Umumnya, untuk mengumpulkan uang muka, konsumen harus menabung terlebih dahulu, namun “sialnya” harga rumah naik lebih cepat dari jumlah tabungan mereka. Alhasil, uang muka yang dikumpulkan sealu kurang.

Untuk menjembatani permasalah tersebut, Gradana menawarkan solusi pembiayaan uang muka dengan konsep penghimpunan dana (crowdfunding).

Baca Juga: Bidik Generasi Milenial, Gradana Tawarkan Cara Mudah Dapat DP Rumah

“Gradana merupakan online property fund yang mempertemukan konsumen pembeli rumah dengan investor yang menyediakan dana untuk membayar DP,” tutur Komisaris Gradana, Freenyan Liwang kepada RumahHokie.com.

Melalui fasilitas yang diberikan Gradana, konsumen (borrower) dapat membayar DP dengan cara dicicil antara 24 – 36 kali tanpa bunga. Setelah cicilan DP lunas, mereka bisa mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah).

“Dengan cara ini, konsumen bisa lebih mudah memiliki hunian, karena harga rumah sudah dikunci di awal—menggunakan uang yang dikumpulkan para lender,” jelasnya.

Freenyan memaparkan, konsumen bisa saja menggunakan KTA (kredit tanpa agunan) untuk membayar DP, namun dengan demikian maka jumlah pinjaman ke bank (loan to value) akan mencapai 100%. Bila hal ini dilakukan, maka cicilan akan lebih sulit dibayar, karena bunga KTA lebih besar, bisa berkisar 18%.

Keuntungan Bagi Konsumen
Untuk menjadi borrower, imbuhnya, tentu dikenakan syarat, namun tak membuat ribet seperti mengajukan pinjaman ke bank.

“Proses assessment ini mengikuti aturan bank, tetapi dilakukan dengan cara yang nyaman: tanpa perlu fotokopi dan mengisi formulir yang bikin capek. Konsumen cukup memotret dokumen-dokumen yang diperlukan dan upload ke website Gradana,” tuturnya.

Baca Juga: Gradana Fasilitasi Pembiayaan Properti Secara Digital

Konsumen cuma perlu mencantumkan nama, nomor telepon, alamat (bila berbeda dengan alamat di KTP), serta alamat email.

Menurutnya, proses BI checking akan dilakukan sebelum memproses pembiayaan DP. Salah satunya dengan melihat credit history selama 24 – 36 bulan ke belakang. Untuk proses assessment ini, konsumen akan dikenakan biaya Rp500.000.

“Lanjut atau tidaknya proses memakan waktu tiga hari jika semua dokumen lengkap,” jelasnya.

Kendati demikian dia juga mengakui, cara pembiayaan ini masih memiliki risiko, yakni jika konsumen gagal bayar di tengah jalan atau aplikasi KPR ditolak bank.

Keuntungan Bagi Lender
Di sisi lain, jelasnya, peminjam (lender) bisa merupakan perseorangan dan institusi. Untuk setiap konsumen yang dibiayai, Gradana mematok sebanyak 50 lot lender. Misalnya DP sebesar Rp500 juta, maka setiap lender hanya memerlukan Rp10 juta untuk dapat berinvestasi.

“Rumah yang kami biayai mulai Rp300 juta hingga Rp2 miliar. Jadi bila DP 15%, maka dengan uang Rp900 ribu, Anda sudah bisa menjadi lender,” tuturnya.

Freenyan menjelaskan, investor klasik umumnya mengharapkan capital gain, sementara Gradana sistemnya pinjam meminjam. Jika taruh sejumlah uang, akan ada pengembalian dalam jumlah tertentu.

Para lender Gradana ditawarkan tingkat pengembalian (yield) berkisar 12% – 18%. Angka yield ini diperoleh dari selisih harga rumah—harga cicilan DP yang dibayarkan konsumen merupakan harga dengan KPR, sementara lender mengucuran dana senilai harga tunai (hard cash).

“Jadi selisih harga ini yang menjadi yield. Tingkat pengembalian pun cukup atraktif dan ada properti sebagai jaminan,” katanya.

Lantas, dari mana keuntungan para lender ini? Menurut Freenyan, para lender mendapat untung dari selisih harga rumah yang dibeli konsumen.

Misalnya harga rumah hard cash Rp1 miliar, konsumen dikenakan harga KPR misalnya menjadi Rp1,3 miliar. Sementara, lender menyetorkan uang muka berdasarkan harga yang dibayarkan ke developer, yakni Rp1 miliar.

Produk Diseleksi
Freenyan mengatakan, saat ini sudah ada sepuluh developer yang bekerjasama dengan Gradana. Sementara puluhan developer lagi masih dalam tahap penjajakan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sangat mementingkan legalitas properti yang akan dipasarkan. Untuk itu, Gradana memilih properti-properti yang telah pecah sertifikat—dan biasanya justru pengembang-pengembang kecil yang melakukan hal ini.

“Kalau sudah pecah sertifikat, konsumen bisa shopping dengan bank mana saja yang menawarkan bunga lebih baik. Jika suku bunga pinjaman ditinggikan, dia bisa pindah ke bank lain yang menawarkan pembiayaan lebih menarik. Sementara jika belum pecah sertifikat, nggak bisa,” urainya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda