I Guess Property: Beli Properti Jangan Pakai Kira-kira

I Guess Property sering kali bikin kaget owner. Dikira bakal bagus, ternyata melempem, begitu juga sebaliknya.

RumahHokie.com – Menduga-duga jadi tak terduga, karena dugaan bisa jadi gaduh.

Kosakata bahasa Indonesia itu unik. Kebalik dikit jadi celaka. Tuhan dan hantu. Rumah dan murah. Tapi Janda tetap janda. Nggak apa-apa yang penting cantik, sempurna dan banyak saldo.

Anda jadi pengelola dua aset properti. Yang satu properti tidak bergerak dan satunya bergerak-gerak.

I Guess Property sering kali bikin kaget owner. Dikira bakal bagus, ternyata melempem, begitu juga sebaliknya.

Kebanyakan properti yang launching awal (new-born area), akan dapat perhatian publik sehingga terjadi kenaikan tinggi.

Grafik pertumbuhan harga jual meroket cepat. Mengapa? Karena sejak awal, developer sudah menetapkan margin dari hard cash ke balloon payment sudah ada spread 30%.

Developer pinter. Spread tinggi terjadi karena time value of money timbul biaya bunga atas pembayaran panjang. Mereka juga perlu secure pada ulah spekulan yang di tengah jalan suka jual lebih murah dari harga price list terbaru.

Pembeli balloon payment juga ingin dirangkul dengan confidence agar lost 30% bisa tertutup cepat dengan harga baru dalam 5 – 8 bulan ke depan. Ini market sentiment yang harus dikelola terus selagi demand sedang tinggi.

Pembeli duga-duga adalah true follower. Tukang ngintip urusan tetangga. Tak dilarang kok. Yang penting Anda tahu reputasi patron itu.

Nguping ucapan Warren Buffett: saham Anda hoki terus. Karena Buffet bukan ahli nujum tapi ahli keuangan.

Sebagai pembeli duga-duga yang sempurna, Anda baiknya tak perlu mikir sampai migrain. Dandan dan langsung saja beli early bird. Sekalian untung atau buntung.

Kalo rugi ‘kan Anda ngerumpi sesama looser. Nah, siapa tahu di situ ada janda super saldo tadi. Kenalan dan kenakalan. Meramal lalu melamar. Meminang dan menimang. Modalnya duga-duga dan olesan minyak bulus.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda