Harga Hunian di Sydney Naik Paling Tinggi di Australia

Ada banyak lokasi berinvestasi properti, tapi Sydney menawarkan prospek pertumbuhan yang kuat selama lima tahun ke depan. Hal ini didukung oleh tiga faktor.

sydney australia
Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Nilai hunian di Sydney, Australia, pada Agustus 2016 meningkat 1,4% dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara  itu, nilai hunian di Melbourne juga meningkat sebesar 1,5%.

Demikian hasil riset yang dilakukan CoreLogic, perusahaan penyedia informasi, analisa properti, dan layanan manajemen property-related risk terbesar di Australia dan Selandia Baru.

Kepala penelitian CoreLogic, Tim Lawless mengatakan, meskipun terjadi penguatan dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, laju peningkatan modal tahunan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan puncak pertumbuhan pada tahun 2015, ketika nilai-nilai hunian ibukota per tahunnya meningkat hingga 11,1%.

“Meskipun terjadi kecenderungan tren pertumbuhan tahunan sekarang lebih rendah dari tahun lalu, tingkat keuntungan modal tetap jauh di atas acuan dasar lainnya seperti inflasi, pertumbuhan pendapatan dan sewa, yang mendorong rasio keterjangkauan mencapai rekor tertingginya,” tambahnya.

Laju capital gain diprediksi berakselerasi di Canberra dan Hobart. Hal ini disebabkan nilai hunian di kedua kota ini masing-masing mencapai 7,6% dan 6,5% selama dua belas bulan terakhir.

Kendati demikian, kinerja di kedua kota tersebut masih berada di bawah Sydney yang naik 9,4% dalam setahun terakhir. Sedangkan, satu tahun lalu tingkat pertumbuhan tahunan Canberra tercatat negatif (-0,9%), sedangkan di Hobart, terjadi peningkatan hanya 1,5%.

Sydney Paling Prospektif
Sementara itu, Julian Sedgwick, Global Head of Sales & Marketing Crown Group—pengembang properti yang berbasis di Sydney—menuturkan, ada banyak pasar untuk berinvestasi di Australia, tapi Sydney menawarkan prospek pertumbuhan yang kuat selama lima tahun ke depan.

Hal ini didukung oleh pemerintahan yang terlihat stabil, pasar pendidikan yang kuat, dan permintaan perumahan yang melebihi pasokan.

Menurutnya, tidak seperti pasar internasional kebanyakan, ada sejumlah faktor yang berkontribusi menjaga kestabilan di Sydney dengan permintaan yang kuat.

“Permintaan untuk produk kami di pasar lokal masih sangat kuat. Strategi penjualan kami masih menyasar konsumen lokal yakni sekitar 70% hingga 80%, sementara sisanya dijual pada investor asing,” katanya.

Dia mengaku, Crown Group masih fokus pada Sydney, Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan China. Crown Group juga tengah mengincar kota-kota lain yang berada Amerika Serikat dan Inggris.

“Produk terbaru kami, Waterfall by Crown, mendapatkan peminat dari calon pembeli di Australia maupun dari luar negeri, seperti China dan Indonesia. Banyak dari mereka adalah klien setia Crown Group, sementara sebagian lagi adalah klien baru,” tutup Julian.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda