Harga Properti Terus Meroket, Ini Faktor Penyebabnya

Keterbatasan lahan jadi faktor utama nilai properti merangkak. Sesuai hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan harga properti dari tahun ke tahun terus meroket.

apartemen-rumahhokie-dedy mulyadi-dok
Mereka yang penghasilan stabil cenderung memilih investasi properti sebagai pilihan investasi utamanya.

RumahHokie.com (Jakarta) – Karena harganya selalu naik setiap tahun, properti jadi pilihan investasi paling gurih ketimbang investasi lain. Nilainya lebih stabil dari pengaruh berbagai faktor spekulasi.

Investasi ini juga memiliki keuntungan berganda, dari kenaikan harga tanah (capital gain) ataupun kenaikan harga penggunaan atau sewa pertahun (yield).

Dalam kesempatan ini, gurihnya investasi properti serta beragam faktor yang mampu meningkatkan nilai properti dipaparkan Agung Wirajaya, AVP Strategic Marketing Agung Podomoro Land (APL).

Baca juga : Ingin Harga Jual Rumah Anda Melejit, Renovasi Dulu Ruang Berikut Ini

“Bagi pengembang seperti kami, sebetulnya tidak hanya profit yang dicari dari kecenderung harga properti yang selalu naik. Properti yang dibangun juga diharapkan menjadi ikon APL,” tegas Agung.

“Keuntungan berganda investasi ini juga dirasakan oleh para pemilik unit apartemen, seperti Orchad View Batam, Podomoro Golf View (PGV) Cimanggis, Borneo Bay City Balikpapan dan Podomoro City Deli Medan,” urai Agung.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang patut dipertimbangkan investasi properti lebih menjanjikan cuan dibanding unit investasi lain.

Ketersedian lahan terbatas
Kebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah. Namun, supply tanah di muka bumi tidak bertambah. Sesuai hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan harga properti dari tahun ke tahun terus meroket.

Peningkatan populasi
Jumlah populasi yang terus menambah dan tidak diimbangi dengan perluasan tanah, membuat harga properti terus melesat dari tahun ke tahun. Begitu juga populasi di kota-kota besar di Indonesia.

Inflasi
Inflasi menjadi faktor penentu meningkatnya harga properti. Meski prosentasenya berbeda-beda tetapi mempengaruhi sektor-sektor lain seperti, tingkat suku bunga, percepatan kredit pinjaman, harga bahan bakar, harga-harga kebutuhan pokok, tak terkecuali harga properti.

Bahan dasar properti
Seperti harga-harga kebutuhan lain, inflasi juga turut menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan seperti harga pasir, semen, batu bata, kayu, cat, dan lain-lain. Akumulasi kenaikan bahan dasar tersebut juga ikut menaikkan harga properti setiap tahun.

Pertumbuhan kelas menengah
Bertumbuhnya jumlah kelas menengah menjadi salah satu indikasi paling kuat meningkatnya harga properti. Mereka yang penghasilan stabil cenderung memilih investasi properti sebagai pilihan investasi utamanya.

Untuk memiliki properti, golongan kelas ini umumnya memanfaatkan turunnya suku bunga dan tumbuhnya properti-properti baru. Semakin meningkat jumlah kelas menengah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, akan meningkatkan kebutuhan properti.

Peningkatan industri dan lapangan kerja
Berkembangnya suatu wilayah menjadi alasan utama bertumbuhnya kebutuhan properti komersial yang selanjutnya menciptakan lapangan pekerjaan.

Seiring bertumbuhnya suatu wilayah, harga-harga properti kemudian akan melonjak sesuai permintaan, termasuk properti residensial.

“Seperti halnya kawasan industri. Kota Karawang yang dulu sepi, setelah hadirnya kawasan industri, selanjutnya mendorong tumbuhnya unit-unit properti lain seperti Grand Taruma,” tutup Agung.

Dedy Mulyadi

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda