Harga Sewa Ritel di Sekitar MRT Alami Kenaikan 20%

JLL Indonesia melihat, sejak MRT beroperasi banyak peritel merasa tertarik untuk membuka gerainya di dalam stasiun atau di pusat perbelanjaan yang dekat dengan hub transportasi itu.

pasar retail Jakarta, transportasi MRT, pusat perbelanjaan
(Foto: Shutterstock)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pasca diresmikan oleh Presiden Jokowi, pada akhir maret lalu, Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) rute Bunderan HI – Lebak Bulus mulai memberi dampak pada pasar properti di Jakarta, terutama di sektor retail.

Cecilia Santoso, Head of Retail JLL Indonesia mengatakan dengan adanya MRT yang sudah beroperasi, pihaknya melihat retail-retail yang berada di seputar transportasi tersebut semakin bergairah.

Semenjak moda transportasi ini dibuka untuk publik, sejumlah toko retail baru mulai buka di stasiun MRT atau di daerah yang dekat dengan jalur transportasi tersebut.

Baca Juga: Era Digital Bawa Pasar Ritel Jakarta Lebih Atraktif\

“Kami lihat sudah banyak peritel yang merasa tertarik menyewa ruang di stasiun MRT atau di pusat perbelanjaan yang dekat dengan hub transportasi itu. Sudah ada kenaikan harga sewa ruang sebesar 20%, apabila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” jelas Cecilia kepada RumahHokie.com, Jum’at (12/04/2019) di gedung BEI Jakarta.

Menurut dia, banyak peritel dari bidang fesyen dan food & beverage berminat untuk menjadi tenant di dalam stasiun Moda Raya Terpadu.

Sebelum beroperasi, sejumlah pihak merasa skeptis dan mempertanyakan seberapa cepat proyek MRT selesai dibangun.

Baca Juga: Tingkat Hunian Sektor Ritel Jakarta Masih Stabil di Level 88%

Akan tetapi seiring berjalan waktu, dengan mulai beroperasinya moda transportasi tersebut, Cecilia Santoso berujar tidak sedikit peritel yang mulai mencari-cari peluang baru.

Berdasarkan survei yang dilakukan JLL Indonesia, pasar ritel Jakarta pada kuartal I-2019 ini masih dianggap stabil dengan tingkat hunian mencapai 88%, meskipun tingkat serapan ruang ritel mengalami penurunan yang disebabkan oleh penutupan gerai ritel belanja di salah satu pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Diperkirakan Naik 5% Pada 2019

“Penurunan ini diharapkan tidak akan berlangsung lama, karena masih aktifnya peritel yang berasal dari sekor fesyen dan F&B untuk membuka gerai mereka,” kata Cecilia.

Konsultan real estat global itu mencatat, akan ada pasok ruang ritel baru sebanyak 223.000 meter persegi di Jakarta. Untuk harga sewa rata-rata pada kuartal I-2019, berada di level Rp530 ribu per meter persegi.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda