Harusnya Pemerintah Merevisi Patokan Harga Rumah MBR

Selain penyediaan lahan, kendala yang dihadapi para developer adalah patokan harga jual. Jika saja bisa direvisi, kebijakan ini bakal membantu developer sediakan rumah murah.

asmat amin-rumahhokie-dedy mulyadi-dok
Asmat Amin: Masalah lain yang jadi penghambat MBR memiliki rumah adalah BI Checking. Persoalannya, banyak masyarakat di level ini kurang peduli terhadap BI checking.

RumahHokie.com (Jakarta) – Penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih menjadi momok pembangunan bagi Pemerintah. Bukan soal permintaan, kendalanya adalah ketersediaan lahan.

Dari data yang dilansir, Asmat Amin, Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati (SPS Group) mengatakan, semester pertama tahun ini rumah subsidi baru 35.000 unit yang terserap.

Menurutnya, percepatan penyediaan rumah MBR masih sangat lambat dari target Pemerintah.

Baca juga: Metode Ini Diharapkan Bakal Bantu MBR Miliki Rumah

“Selain cuaca masalah utama lain yang jadi kendala pembangunan rumah MBR adalah suplai. Bukan soal permintaannya, tapi penyediaan yang dibangun para developer hanya sedikit,” papar Asmat.

Lebih lanjut Asmat menegaskan, banyak para pengembang saat ini enggan untuk menyediakan rumah subsidi, salah satu faktor penghambatnya adalah ketersediaan lahan yang makin sulit.

Kalau saja kata Asmat, rencana umum tata ruang (RUTR) bisa di rubah, terutama untuk perumahan rakyat ini di tambah. Tentu para developer tertarik untuk membangun rumah murah.

Kelonggaran BI Checking
Hanya saja masalah lain yang jadi penghambat MBR memiliki rumah adalah BI Checking. “Persoalannya, banyak masyarakat di level ini kurang peduli terhadap BI checking,” paparnya.

Menurut Asmat, kebanyakan dari mereka masih memiliki cicilan, misalnya saja cicilan kendaraan bermotor. Dari kondisi itu, biasanya perbankan enggan memberikan pinjaman KPR. Karena perhitungan kemampuan cicilan KPR biasanya sepertiga dari gaji mereka.

“Kami berharap, Pemerintah bisa memberikan kelonggaran soal persyaratan BI checking yang menjadi dasar pinjaman. Umumnya masyarakat mampu mencicil, daripada mengontrak, lebih baik mereka membeli rumah,” ujarnya.

Untuk mensukseskan program sejuta rumah, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia sudah sepenuhnya mendukung. Hanya saja, Pemerintah belum bisa mengupayakan para developer untuk membangun rumah murah.

“Bagi developer kendalanya adalah penyediaan lahan. Terkadang kenaikan harga tanah diluar kendali. Ditengah keterbatasan harga yang dipatok Pemerintah, developer tidak mempunyai fleksibilitas,” kupas Asmat.

“Itulah kenapa developer swasta banyak yang tidak tertarik untuk membangun perumahan bersubsidi,” imbuhnya.

Asmat menyarankan, harusnya Pemerintah merevisi patokan harga rumah MBR, karena nilai jual rumah di masing-masing wilayah tidak bisa disamakan. Begitu juga UMR masyarakat di masing-masing wilayah berbeda.

“Saya rasa, jika harga jual bisa direvisi dan disesuaikan dengan UMR di masing-masing wilayah. Kebijakan ini bakal membantu para developer membangun rumah,” tegasnya.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda