Hingga 2020, Total Unit Apartemen Dipasarkan Tumbuh 79.000 Unit

Meski kondisi segmen pasar ini masih belum pulih sepenuhnya. Sejumlah developer telah menunggu lama untuk segera meluncurkan proyek apartemen.

penjualan apartemen-rumahhokie-dedy mulyadi-dok
Penjualan apartemen milik salah satu pengembang di ajang pameran properti.

RumahHokie.com (Jakarta) – Imbas membaiknya perekonomian Indonesia, membuat sejumlah developer merencanakan penyelesaian pembangunan apartemen.

Lewat rencana itu, pasokan hunian yang bakal masuk kepasaran hingga akhir tahun ini jumlahnya diperkirakan sebanyak 35.000 unit hunian. Tahun 2018, pasokannya diperkirakan bertambah sekitar 28.000 unit.

Baca juga: Laku Keras, Jababeka Lanjutkan Penjualan Dua Produk Andalannya

“Hingga tahun 2020, total jumlah unit apartemen akan tumbuh 79.000 unit. Pasokan terbesar berada di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Selebihnya berada di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur,” ungkap Anton Sitorus, Director of Research and Consultancy Savills Indonesia, Kamis (20/4/2017).

Berdasarkan survey penjualan sampai dengan kuartal I 2017, Savills Indonesia mencatat, total penjualan apartemen strata di Jakarta mencapai 3.000 unit

Menurut Anton, kinerja ini cukup bagus. Jika dalam satu kuartal konsisten mencapai 3.000 unit, artinya dalam setahun diperkirakan akan tembus 12.000  unit terjual. Angka tersebut bisa mengimbangi jumlah penjualan di tahun 2012/2013.

Dari analisanya terangkum sejumlah developer kebanyakan telah menunggu lama untuk meluncurkan proyek apartemen. Sehingga, totalnya mencapai 2.900 di kuartal I tahun ini. Artinya penjualannya meningkat dua kali lipat jika dibanding tahun lalu.

Pasar High End Tercatat Penjualan Tertinggi
Pasokan mendatang dari semua segmen diperkirakan sebesar 25.000 unit. Tingkat penjualan tertinggi berasal dari High End. Dari 4.000 unit, 90% sudah terjual.

“Suplai terbanyak masih dari segmen menengah bawah dan menengah. Penyerapan terbanyak justru dari segmen premium sebesar 90%. Sementara kelas menengah bawah 60% dan menengah 70%,” papar Anton.

Meski kondisi segmen pasar ini masih belum pulih sepenuhnya. Harga jual sepanjang tahun ini diprediksi masih stagnan.

Anton juga mengurai harga tanah berdasarkan segmentasi. Untuk kelas High End, harga rata-rata tanah tercatat Rp58 juta per meter. Untuk kelas Upper harganya Rp42 juta per meter, Upper Middle Rp35 juta per meter, Middle End Rp22 juta per meter dan Middle Low Rp20 juta per meter.

“Dalam kondisi saat ini, sebenarnya momen yang tepat. Cukup banyak kalangan pengembang memberikan diskon dan hadiah langsung sehingga secara harga sesungguhnya justru mengalami penurunan,” tegas Anton.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda