Hingga Akhir Tahun, Tower Sapphire Ditargetkan Terjual 100%

Pihak developer siapkan investasi Rp200 miliar untuk pengembangan tahap kedua Sentra Timur Residence. Menawarkan 11 tipe, dengan harga dibawah Rp400 juta.

Windoko: Sejak dipasarkan, harga jualnya sudah mengalami kenaikan. Dari Rp12 juta permeter, sekarang sudah mencapai Rp14 juta permeter.

RumahHokie.com (Jakarta) – Sentra Timur Superblok yang dikembangkan oleh developer hasil kerjasama operasi (KSO) Perumnas dan PT Bakrie Pangripta Loka, menargetkan penutupan atap (topping off) pada bulan November 2017 mendatang.

“Saat ini proses konstruksi sudah mencapai lantai sembilan. Ditargetkan pada bulan November 2017 sudah mulai topping off. Kami optimis serah terima bisa dilakukan pada pertengahan tahun 2019,” ucap Windoko, Project Director KSO Perumnas – PT. Bakrie Pangripta Loka, dalam acara media gathering dan buka bersama di Jakarta, Senin (19/6/2017).

Baca juga: Dua Kondominium Bakrieland Ini Siap Diserahterimakan

Menurut Windoko, proyek tahap kedua yang dikembangkan di Sentra Timur Residence saat ini adalah menara Sapphire. Untuk proyek tersebut, pihaknya menggelontorkan investasi sebesar Rp200 miliar.

“Sampai saat ini, penjualannya sudah mencapai 65% dan ditargetkan sampai akhir tahun sudah 100% terjual (sold out),” tegas Windoko.

Sejak dipasarkan, harga jualnya sudah mengalami kenaikan. Dari Rp12 juta permeter, sekarang sudah mencapai Rp14 juta permeter. Hingga akhir tahun, kenaikannya diperkirakan akan tembus diangka Rp18 juta permeter persegi.

Lebih lanjut Windoko menjelaskan, kelebihan dari menara Sapphire ini dikarenakan ada perbedaan dari enam menara sebelumnya.

“Desain tampak mukanya mengadopsi gaya modern, muka bangunannya banyak dipengaruhi oleh unsur kaca,” paparnya.

Begitu pula dari materialnya. Pada lantainya menggunakan granite tile atau homogeneous tile berukuran 60x60cm. Lantai sebelumnya berukuran 40x40cm pada loby dan koridor.

Selain itu kata Windoko, keunggulan bentuk desain bangunannya menerapkan karakter arsitektur dan efisiensi energi. Memaksimalkan pula sirkulasi udara dan cahaya alami.

Menawarkan Beragam Tipe Pilihan
Proyek ini mementingkan kualitas hidup bagi penghuninya. Tower tersebut menawarkan 11 tipe pilihan kamar, mulai tipe studio 25m2 hingga 62m2 dengan tiga kamar tidur.

Harga unitnya dipasarkan dibawah Rp400 juta. Tower Sapphire menyediakan 607 unit hunian, merupakan bagian dari lima tower tahap dua yang terdiri dari 2.032 unit apartemen dan kios dengan luas bangunan 21.665 meter persegi. Hunian jangkung ini terdiri dari 28 lantai.

Kelebihan lainnya adalah dari segi pencapaiannya. Lokasinya strategis, hanya 300 meter dari pintu tol dan bersebelahan dengan terminal bus modern Pulo Gebang.

“Kami yakin, produk ini akan diterima dengan baik oleh konsumen, selain desainnya menarik, harganya juga terjangkau. Lokasinya pun strategis,” kupas Windoko.

Tower ini ditujukan untuk segmentasi pasar kelas menengah, dengan harga properti di bawah Rp1 miliar.

“Profil pembeli kami mayoritas 90% adalah end user. Sisanya investor atau untuk disewakan. Kebanyakan mereka berasal dari Jakarta Timur, Bekasi dan Jakarta Selatan. Umumnya pekerja swasta,” pungkasnya.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda