Hingga Mei 2019, Capaian Program Sejuta Rumah Capai 318.835 Unit

Pada tahun ini, Pemerintah meningkatkan target pembangunan rumah untuk masyarakat dari satu juta unit menjadi 1.250.000 unit.

rumah subsidi-coco garden - cileungsi - rumahhokie - anto erawan - dok
Rumah sederhana di Cileungsi (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Gorontalo) – Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mencatat, hingga Mei 2019, jumlah capaian pembangunan rumah yang masuk dalam Program Sejuta Rumah mencapai angka 318.835 unit.

Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Moch. Yusuf Hariagung menjelaskan, Program Sejuta Rumah merupakan program bersama yang dicanangkan oleh Presiden sebagai upaya mengatasi permasalahan perumahan, khususnya terkait dengan backlog perumahan dan rumah tidak layak huni.

Baca Juga: Anggarkan Rp7,57 Triliun, Kementerian PUPR Bangun 215.503 Unit Rumah

Dalam program ini, konsepnya adalah para pemangku kepentingan wajib menyediakan  60% – 70% perumahan bagi MBR dan 30% – 40% bagi non-MBR.

Stakeholder mencakup pemerintah pusat, pemerintah daerah, non-pemerintah, pengembang, dan masyarakat,” terangnya dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Baca Juga: Asmat Amin: Buat Apa Infrastruktur, Kalau Rakyat Tidak Punya Rumah!

Lebih lanjut, Yusuf menambahkan, pada tahun 2019 ini pemerintah menargetkan pembangunan rumah untuk masyarakat ditingkatkan dari angka satu juta unit menjadi 1.250.000 unit.

Maksud dilaksanakannya kegiatan Rapat Kerja Program Sejuta Rumah adalah untuk percepatan pelaksanaan pembangunan perumahan untuk mendukung Program Sejuta Rumah (PSR) termasuk untuk memenuhi capaian target yang telah ditetapkan. Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendataan progres pembangunan perumahan khususnya yang dibangun oleh masyarakat di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Baca Juga: Ini Penampakan Rumah Baru Sprinter Lalu Muhammad Zohri

Meskipun demikian, Kementerian PUPR masih menemui beberapa kendala di lapangan dalam proses pencapaian target tersebut. Beberapa kendala tersebut antara lain harga tanah yang cukup tinggi, regulasi yang belum dilakukan secara penuh di daerah dan belum direvisi sesuai regulasi dari pusat, dan pembiayaan perumahan yang terbatas dimana pemerintah pusat hanya mampu menyediakan sekitar 20% dari APBN.

Adapun solusi yang diharapkan dapat dilakukan untuk mengatasi masalah harga tanah yaitu dengan adanya landbanking dari pemerintah daerah dengan tujuan membuat zonasi perumahan dan penguatan pasokan lahan, khususnya bagi MBR. Solusi terkait regulasi yaitu dengan adanya deregulasi kebijakan dan kemudahan perizinan, serta subsidi pembiayaan untuk masalah pembiayaan.

Baca Juga: Kementerian PUPR Siapkan Tiga Desain Rusun untuk Generasi Milenial

“Kami (Kementerian PUPR-red) juga terus berupaya mengatasi kendala pelaksanaan Program Satu Juta Rumah antara lain dengan membuat rekayasa teknologi pembangunan perumahan dengan pembuatan RISHA (Rumah Instan Sehat) dan RIKA (Rumah Instan Kayu) yang dilakukan oleh Puslitbangkim Kementerian PUPR. Selain itu juga mendorong pembangunan perumahan melalui bantuan subsidi pembiayaan perumahan berupa FLPP, SSB, SBUM, BP2BT, mendorong pendanaan inovatif melalui KPBU, meningkatkan koordinasi antar instansi terkait perumahan, mengoptimalkan peran Pokja PKP, serta membentuk Satuan Tugas Pengawasan dan Pengendalian Program Sejuta Rumah (Satgas P2PSR),” tandasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda