Hotel Paling Legendaris di New York Ini Terpaksa Ditutup

Memasuki usia ke-86, salah satu hotel paling bersejarah di dunia, Waldorf Astoria, terpaksa ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan. Berikut catatan sejarahnya.

Foto: Wikimedia

RumahHokie.com (New York) – Memasuki usia ke-86, salah satu hotel paling legendaris di dunia, Waldorf Astoria, terpaksa ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan.

Menurut pihak pengelola, hotel paling ikonik di New York, Amerika Serikat ini, akan ditutup untuk menjalani proses renovasi.

Sejak Waldorf Astoria dibeli oleh perusahaan asuransi asal China, Anbang Insurance Group, dari Hilton Worldwide pada 2014 seharga USD1,95 miliar, rencana perbaikan besar-besaran memang telah diwacanakan.

Komisi Pelestarian Tengara (landmark) New York City berupaya untuk menjaga keaslian bagian-bagian penting dari interior—dan Anbang telah setuju untuk mematuhinya, demikian laporan Bloomberg, September 2016 lalu.

Meskipun belum ada cetak biru yang dipublikasikan, namun pihak Anbang dilaporkan akan mengubah sebagian besar kamar hotel menjadi kondominium.

Catatan Sejarah Waldorf Astoria
Dinukil dari Business Insider, Waldorf Astoria semula merupakan dua hotel terpisah yang dibangun karena perseteruan antara dua sepupu: William Waldorf Astor dan John Jacob Astor IV. Kedua hotel ini bersebelahan dengan satu sama lain, yakni di Fifth Avenue dan 33 Street.

Pada akhirnya, kedua sepupu ini berdamai dan mereka menghubungkan kedua hotel ini dengan sebuah lorong.

Hotel ini dihancurkan pada 1929 untuk akses jalan menuju Empire State Building. Nama ‘Waldorf Astoria’ kemudian dijual seharga USD1 kepada Lucius Boomer yang kemudian membangun kembali hotel Waldorf Astoria di lokasi saat ini.

Ketika dibuka kembali pada 1931, Waldorf Astoria baru merupakan hotel tertinggi dan terbesar di dunia. Setelah pembukaan, Waldorf Astoria memperkenalkan layanan kamar 24 jam—yang pertama dalam sejarah perhotelan dunia.

Hotel bersejarah ini telah menjamu setiap presiden AS sejak Herbert Hoover. Sederet nama legendaris di panggung Hollywood, seperti Sophia Loren, Elizabeth Taylor, dan Frank Sinatra pernah menginap di hotel ini—bahkan menganggapnya seperti rumah.

Acara-acara mewah para sosialita pun kerap dihelat di ballroom Waldorf Astoria. Bahkan, dapur hotel ini menjadi tempat lahirnya hidangan-hidangan nikmat macam Red Velvet Cupcakes dan Waldorf Salad.

Sejumlah film box office pun mengambil tempat di hotel ini, seperti “Week-End at The Waldorf” yang dirilis pada 1945.

Conrad Hilton mengakuisisi Waldorf Astoria dengan nilai USD3 juta pada 1949. Hilton Worldwide memiliki properti ini hingga menjualnya kepada Anbang pada 2014.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda