Hunian Ibukota Akan Berkembang ke Kawasan Jabotabekjur

Pengembangan Kawasan Jabotabekjur telah sesuai dengan tata ruang yang termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 Tahun 2008.

Foto: Anto Erawan (RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Rido Matari Ichwan mengatakan, ke depan tren hunian diprediksi berkembang ke Barat dan Timur Jakarta, yakni kawasan Jakarta-Bogor-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabotabekjur).

Lebih spesifik, Rido menggarisbawahi jalur Tangerang-Maja dan Bekasi-Karawang.

Rido mengatakan, berkembangnya wilayah bagian Barat dan Timur dari Kawasan Metropolitan Jabotabekjur telah sesuai dengan tata ruang Jabodetabekjur yang termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 54 Tahun 2008.

Peran Infrastruktur Baru
Menurutnya, berbagai proyek infrastruktur strategis di Jakarta akan selesai dibangun pada 2018 dan 2019. Sebut saja, dua transportasi massal Ibukota dengan sistem Transit Oriented Development (TOD), yakni Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) tahap I yang menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI.

“Saat ini studi kelayakan tahap II sudah selesai dilakukan. Proyek tahap II dibangun sebelum proyek tahap I beroperasi dan akan beroperasi pada 2020. Dengan demikian, akan ada tambahan MRT dan LRT yang menghubungkan Barat dan Timur,” jelas Rido.

Pada 2018-2019, imbuhnya, jalan tol yang menghubungkan Pamulang-Cinere-Depok-Jagorawi-Cibitung akan beroperasi. Selain itu, ada pula rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan TB Simatupang-Kabupaten Bogor.

Hadirnya berbagai infrastruktur transportasi massal tersebut akan membuat waktu tempuh ke Jakarta semakin pendek. Sehingga, beberapa tahun ke depan masyarakat menengah dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan merasa nyaman memiliki rumah di kawasan Maja atau Karawang meskipun aktivitas kerja di Jakarta.

“Hal ini tentunya menjadi peluang bagi para pengembang untuk mengambil manfaat dengan membangun hunian berimbang di kawasan luar Jakarta (Maja-Karawang). Ke depan masyarakat akan dengan senang hati memiliki rumah di wilayah tersebut,” tutur Rido.

Selain itu, lanjut Rido, para pengembang juga memiliki peluang untuk membangun hunian-hunian vertikal di pusat Jakarta. Terlebih, kondisi lahan di ibukota semakin terbatas, aturan semakin ketat, sehingga pembangunan hunian vertikal merupakan solusi utama untuk dikembangkan.

Smart Sustainable City
Dalam mengawal perkembangan bagian Barat dan Timur tersebut, ungkap Rido, BPIW Kementerian PUPR akan mendorong agar perkembangannya berjalan dalam koridor konsep kota modern, yakni Smart Sustainable City (Kota Cerdas Berkelanjutan).

“Dengan infrastruktur yang dibangun, kota bisa berjalan secara berkelanjutan, sampah terkelola, air minum tersedia, sanitasi tersedia dengan baik, aksesibilitas terjalin baik. Artinya, kota tersebut  dapat nyaman dihuni dalam kurun waktu yang lama,” pungkas Rido.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda