Idap Claustrophobia, Nino Fernandez Pilih Menghuni Rumah Tapak

Banyak faktor yang menjadi pertimbangan orang ketik memilih huniannya. Karena merasa tidak nyaman berada di ruangan sempit, membuat aktor Nino Fernandez lebih menyukai di tinggal rumah tapak ketimbang di apartemen.

Nino Fernandez Pilih Menghuni Rumah Tapak
(Foto: Adhitya Putra- RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Didasari oleh alasan personal karea rasa fobianya terhadap ruangan sempit, membuat aktor Nino Fernandez lebih memilih untuk tinggal di rumah tapak (landed house). Ia mengaku merasa cemas jika berada dalam ruangan terbatas, seperti lift.

“Saya kurang suka naik lift. Saya agak Claustrophobic dan pernah trauma ketika naik lift. Jadi, alasan saya memilih rumah tapak sebagai tempat tinggal lebih personal ketimbang fungsinya,” jelas Nino ketika ditemui oleh RumahHokie.com, Selasa (25/09/2018) di Jakarta.

Menurutnya, jika tinggal di apartemen mau tidak mau harus menaiki lift sebagai akses menuju unit hunian. Tentunya, bagi pria kelahiran Hamburg, 13 Januari 1984 itu akan merasa tidak nyaman dan merepotkan.

Baca Juga: Dewi Gita: Dari Hobi Mendekorasi Ruangan Hingga Berbisnis Properti

Nino Fernandez berujar selain itu, lokasi juga menjadi pertimbangan dirinya dalam memilih rumah. Pemeran tokoh James dalam film Koala Kumal (2016) itu merasa betah menghuni rumah di kawasan Jakarta Selatan.

“Saya lebih senang tinggal di Jakarta Selatan. Karena (lingkungannya) lebih adem, orang-orangnya lebih asik dan dekat dengan usaha kedai kopi saya. Dari pertama tinggal, saya (berada) di Jakarta Selatan terus,” katanya.

Ia menjelaskan untuk mendukung rasa nyaman di huniannya, Nino menerapkan rancangan rumah dengan desain yang minimalis dan menggunakan berbagai perabotan furnitur dan elemen dekorasi buatan tangan.

“Saya sangat mengapresiasi barang-barang buatan tangan. Saya sangat senang dengan material rotan dan unsur kayu,” tutur selebriti peraih penghargaan Indonesia Box Office Movie Awards (IBOMA) 2016 itu.

Baca Juga: Potret Rumah Mewah Youtuber Indonesia, Salah Satunya Bergaya Klasik

Dengan interior seperti itu, membuat dirinya semakin merasa betah untuk menghabiskan waktu di rumah. “Ruang favorit saya adalah ruang tamu. Karena sering menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga di sana. Ruangannya juga punya ceiling yang tinggi. Nyaman aja kalau berada di sana,” ungkap Nino.

Di luar dunia showbizz, sarjana bisnis di Universitas Hamburg, Jerman ini juga mengembangkan bisnis kuliner dengan membuat kedai kopi bernama Di Bawah Tangga. Selain itu, Nino juga mulai mencoba berinvestasi properti dalam bentuk kepemilikan tanah.

“Saya masih awal (untuk investasi). Investasi tanah buat saya lebih masuk akal untuk jangka panjang. Karena harga yang terus mengalami kenaikan,” pungkas Nino.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda