IMB Turun, Apartemen The Ayoma Serpong Genjot Pembangunan

Beragam strategi merebut pasar dilakuan PP Properti, salah satunya menerapkan brand strategy baru apartemen The Ayoma dengan menggandeng Bank BNI.

Foto: Dok. PT PP Properti

RumahHokie.com (Serpong) – Memasuki 2017, beragam strategi merebut pasar pun dilakuan PT PP Properti, Tbk. Salah satunya adalah menerapkan brand strategy baru apartemen The Ayoma dengan menggandeng Bank BNI.

Untuk itu, PP Properti menggelar business gathering dengan nasabah Emerald Bank BNI yang diselenggarakan di Marketing Gallery The Ayoma pada Ahad (22/1/2016).

“Acara ini adalah bentuk sinergi antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan PP Properti Tbk khususnya di proyek The Ayoma Apartment,” Nurjaman, Project Director The Ayoma dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

“Acara yang bertajuk All About New Enhance Your Business, Career and Financials in 2017 bersama BNI ini juga dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur atas diterimanya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) The Ayoma awal Januari 2017 yang dikeluarkan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T), pemerintah kota Tangerang Selatan,” ujar Nurjaman.

Dengan terbitnya IMB, PP Properti akan mempercepat pembangunan yang diharapkan banyak menyerap tenaga kerja wilayah tersebut.

“Selain memberikan peluang bagi investor, pembangunan ini ke depannya juga dapat membantu perekonomian warga sekitar,” kata Nurjaman yang optimistis pemasaran apartemen premium yang berlokasi di kawasan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan ini akan bersinar di 2017.

“IMB adalah bentuk kepastian hukum bagi pengembang dan sangat menguntungkan bagi konsumen The Ayoma,” tutur Nurjaman.

Optimisme 2017
Tahun 2017 diprediksi bakal menjadi titik balik melemahnya pasar properti Tanah Air beberapa tahun belakangan.

Namun, di saat industri properti menurun, sebagian perusahaan pengembang justru menangguk untung. Salah satunya adalah PT PP properti, Tbk (PPRO), anak usaha PT PP (Persero), Tbk.

Indaryanto, Direktur Keuangan PT PP Properti, Tbk mengungkapkan, PPRO mencetak kinerja yang lebih mengilap dengan mencatatkan marketing sales Rp2,3 triliun sepanjang 2016, atau naik 21% jika dibandingkan dengan marketing sales PPRO di 2015 yang mencapai Rp1,9 triliun.

Saham PPRO bahkan menjadi salah satu saham dengan lonjakan tinggi. Sepanjang tahun lalu, harga saham PPRO meroket lebih dari tujuh kali lipat.

Tahun ini, PPRO berani mematok target yang lebih tinggi lagi.

“Kami mengincar kenaikan 25%-30% untuk marketing sales, atau hampir mencapai Rp2,9 triliun,” kata Indaryanto.

Sementara itu, Galih Saksono, Direktur Realty PT PP Properti, Tbk mengatakan, pihaknya melihat respon pasar cukup tingggi terhadap produk hunian yang dibangun PP Properti tahun lalu.

Dia memprediksi tahun ini akan lebih baik, karena pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih bagus dibandingkan 2016.

“Selain itu, dijalankannya program tax amnesty cukup berhasil mengerek pasar properti di segmen middle up dan premiun. Apalagi dengan aturan yang baru, dimana orang asing bisa membeli properti di sini,” jelas Galih.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda