Ini Dia, Dua Kunci Sukses Jadi Broker Properti!

Property agent harus ulet dan persistence, karena jadi broker butuh sebuah passion. Selain itu, profesi ini tidak bisa dijadikan pekerjaan sampingan!

serah terima kunci-Beli Properti-RumahHokie-dok
Foto: Dok.RumahHokie.com

RumahHokie.com (Serpong) – Broker atau agen properti belakangan mulai menjadi profesi yang diminati, terutama setelah booming pasar properti beberapa tahun lalu. Lantas, bagaimana kiat menjadi broker properti yang andal?

Menurut Yogi Gie Hok, Direktur Century 21 Emerald, property agent harus ulet dan persistence, karena jadi broker butuh sebuah passion.

“Jadi, profesi broker properti tidak bisa dijadikan pekerjaan sampingan,” katanya. “Broker properti sampingan cuma berlaku saat pasar properti naik seperti 2013 lalu.”

Baca Juga: Apa Untungnya Menggunakan Jasa Broker Properti?

Dia mengatakan, menghadapi kondisi pasar yang sekarang, dimana sebagian orang bilang berat, profesi sebagai broker properti tidak bisa dilakukan secara part time karena banyak soft skill yang mesti dikuasai.

“Broker harus menguasai teknik negosiasi dan mengurus surat-surat (legalitas),” ujarnya.

Di samping itu, imbuh Yogi, pemerintah sekarang mulai menerapkan sertifikasi bai broker properti melalui LSP (lembaga sertifikasi Profesi). Ke depan, hanya broker tersertifikasi yang bisa menjual properti.

Listing Adalah Kunci
Menurut Yogi, broker properti yang andal pasti memerhatikan listing yang dipasangnya.

“Harus diingat, listing harus kuat. Bayangkan listing seperti gula, sementara customer adalah semut. Semut akan mencari gula. Jika banyak gula, akan banyak semut yang datang,” tuturnya.

Selama ini, jelas Yogi, banyak broker yang salah strategi. Mereka mencari customer dulu, tidak mencari listing.

Baca Juga: Mau Jual-Beli Rumah, Kenali Tiga Jenis Broker Properti

“Listing adalah hal paling penting, jadi sebisa mungkin agen properti harus membuat ‘master-listing’. Listing yang baik juga harus memiliki poin-poin lengkap. Misalnya foto yang banyak dan informasi lengkap, supaya ‘semutnya’ datang,” urai Yogi.

Selain membuat listing yang baik, broker properti harus menguasai teknik mendapat listing baru dan mendapat kepercayaan dari pemilik untuk memercayakan propertinya dijual oleh broker.

“Di samping itu, teknik negosiasi harga pasar juga harus dipahami, karena listing yang bagus menjadi tidak berguna jika harga yang ditetapkan tak sesuai harga pasar (terlalu tinggi),” paparnya.

Beralih ke Daring
Teknologi informasi yang semakin maju dan gaya hidup masyarakat yang makin internet-savvy, membuat broker juga berubah. Listing konvensional mulai ditinggalkan, beralih ke listing online (daring).

“Berbeda dengan saat saya mulai menjadi broker properti 15 tahun lalu. Saat itu tak ada listing online, masing lewat koran, tabloid, bahkan selembaran. Sekarang broker properti yang tak ikut memasang listing online akan jadi dinosaurus,” tukasnya.

Yogi mengatakan, listing online juga lebih praktis, karena bisa diunggah di mana saja dan kapan saja.

“Promosi lewat media cetak seperti tabloid hanya untuk branding saja. Penjualan (lewat media konvensional) memang masih ada, tetapi penjualan lewat online bisa mencapai 80% hingga 90%,” tutup Yogi.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda