Ini Kelebihan Properti Sydney Dibanding Singapura

Harga apartemen baru di Sydney lebih terjangkau sementara capital gain apartemen lebih tinggi dari rumah tapak (sekitar 9,4%).

Julian Sedgwick, Global Head Sales & Marketing Crown Group (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)Sydney digadang sebagai safe haven bagi investor properti mancanegara. Pasalnya, ibukota New South Wales ini tengah menikmati investasi besar-besaran pemerintah Australia di sektor infrastruktur. Selain itu, pertumbuhan properti pun terbilang cepat, sedangkan kondisi politik dan ekonomi tetap stabil.

SQM Research, perusahaan analis properti Australia memprediksi kenaikan harga properti dua digit di Sydney dan Melbourne tahun ini, masing-masing 11% – 16% dan 10% – 15%. Kendati demikian, angka ini masih lebih rendah dibanding 19% yang pernah dicapai Sydney di 2015.

Sementara itu, biaya sewa di Sydney diprediksi bertumbuh 4% sementara Melbourne mencapai 3%.

Baca Juga: Harga Hunian di Sydney Naik Paling Tinggi di Australia

Australia juga diperkirakan bakal menyalip Singapura dalam menarik investor properti Asia. Monetary Authority of Singapore (MAS) memprediksi ekonomi Singapura tumbuh 1% – 3% di 2017. Sementara perusahaan finansial yang berbasis di Asia, Nomura Holding, justru memprediksi hanya 0,7%.

Julian Sedgwick, Global Head Sales & Marketing Crown Group—pengembang properti yang berbasis di Sydney—menyatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan properti di Australia lebih menarik daripada Singapura.

“Dengan nilai mata uang Dolar Australia yang setara dengan Dolar Singapura, Australia menawarkan kepemilikan freehold tanpa batas waktu, sementara Singapura hanya 99 tahun. Selain itu, pajak (stamp duty) di Singapura juga tinggi, selepas aturan cooling measure beberapa tahun lalu,” jelas Julian Sedgwick kepada wartawan, Selasa (28/2/2017).

Alasan Memilih Properti Sydney
Menurut Julian, ada beberapa alasan mengapa begitu banyak orang memilih apartemen di Sydney, dibandingkan dengan rumah tapak.

“Harga apartemen baru lebih terjangkau, dan ini memberikan keuntungan lebih bagi investor. Harga rumah di Sydney 33% lebih mahal dibanding apartemen, sedangkan capital gain apartemen lebih tinggi dari rumah tapak (menurut CoreLogic RP Data berkisar 9,4% per tahun),” kata Julian.

Di sisi sewa, masih berdasarkan penelitian CoreLogic RP Data, dari April 2016 menunjukkan biaya sewa unit apartemen rata-rata di Sydney sebesar 4%, sedangkan untuk rumah tapak hanya 3,1%.

Dua Proyek, Target Rp4 Triliun
Pada kesempatan yang sama, Julian juga mengungkapkan tahun ini Crown Group akan merilis dua proyek anyar di Sydney, yakni Waterfall dan East Lake.

Baca Juga: Di Sydney, Crown Group Pasarkan Tiga Proyek di Tahun Ayam Api

“Waterfall by Crown Group akan diluncurkan pada Juni 2017, sementara East Lake akan diperkenalkan di kuartal keempat 2017,” tuturnya.

East Lake sendiri merupakan proyek mixed-use yang menggabungkan hunian vertikal dengan retail mall. Pada tahap pertama akan dipasarkan 112 unit, sedangkan di tahap kedua 300 unit.

Saat RumahHokie.com menanyakan target penjualan tahun ini, Julian mengatakan penjualan di 2017 berasal proyek Waterfall by Crown Group yang mencapai Rp4 triliun. Sebanyak Rp500 miliar diharapkan disumbang dari penjualan di Indonesia.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda