Ini Strategi Modernland Dorong Pendapatan Perusahaan Tahun Ini

Sepanjang 2018, Modernland memperkuat kinerjanya di segmen residensial dengan menawarkan produk-produk menarik dari segi harga dan fungsi.

modernland-realty-sami-miettinen-freddy-chan-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Sami Miettinen, Direktur Utama PT Mitra Sindo Sukses (Jakarta Garden City) dan Freddy Chan, Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk. tengah menjelaskan kinerja dan rencana Modernland, Selasa, 28 Mei 2019. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Guna mendorong pendapatan dan mengukuhkan struktur keuangan agar mencapai pertumbuhan jangka panjang, PT Modernland Realty Tbk. mengambil langkah-langkah strategis mendayagunakan aset bernilai tinggi.

Terlebih, tantangan global yang semakin meningkat, memaksa industri properti untuk menyesuaikan diri dengan dinamika perekonomian, mulai dari peningkatan suku bunga, gemuruh impor dan ekspor, hingga tingginya nilai Dolar AS.

Baca Juga: Cluster Mahakam Tahap 2 di Jakarta Garden City Terjual 70%

“Sepanjang 2018, Perseroan terus-menerus memperkuat kinerjanya di segmen residensial dengan menawarkan produk-produk menarik dari segi harga dan fungsi,” jelas Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk., Freddy Chan kepada awak media, Selasa (28/5/2019).

Jakarta Garden City (JGC) yang merupakan proyek flagship Modernland, telah melakukan penjualan perdana produk properti komersial New East, produk hunian Cluster Mahakam, serta Cleon Park Apartment yang merupakan apartemen pertama di JGC.

Baca Juga: Produk Residensial dan Kawasan Industri Masih Jadi Andalan Modernland

Portofolio usaha Perseroan terus pula diperluas dengan mengembangkan pabrik ModernPrecast melalui Entitas anak usaha yang bernama PT Modern Panel Indonesia.

Melalui entitas anak PT Modern Asia Hotel, Perseroan turut pula menambah portofolio perhotelan baru dengan meresmikan Hotel Swiss-Belinn ModernCikande Banten di Serang, Banten.

Di tahun 2018, imbuhnya, Perseroan bekerjasama dengan PT Waskita Karya Realty untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT Waskita Modern Realti untuk mengembangkan Kawasan Integrasi Toll Road City di Bekasi seluas 343,5 hektar.

Baca Juga: Modernland dan Waskita Karya Realty Bangun Toll Road City di Bekasi

ModernCikande Industrial Estate (MCIE) juga menandatangani memorandum of understanding dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama RI, sebagai bagian dari rencana untuk membangun kawasan industri halal pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan MCIE.

Berkat penawaran-penawaran menarik tersebut, Perseroan membukukan penjualan yang cukup baik di tahun 2018 lalu, terutama untuk apartemen.

Segmen residensial tercatat membukukan marketing sales sebesar Rp2,97 triliun, naik 130,49% dibandingkan Rp1,29 triliun pada tahun 2017. Di sisi lain, MCIE membukukan marketing sales sebesar Rp520,35 miliar, lebih rendah 11,70% dibandingkan Rp581,24 miliar pada tahun 2017.

Baca Juga: Astra Modern Land Luncurkan Cluster Matana di Township Asya

“Peresmian Hotel Swiss-Belinn ModernCikande Banten juga sudah mulai berkontribusi ke dalam kinerja Perseroan di segmen hospitality sehingga mampu membukukan pendapatan sebesar Rp67,33 miliar dari hotel dan sewa. Selain itu, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp52,93 miliar dari lapangan golf dan restoran club house,” kata Freddy Chan.

Hingga Maret 2019, jelas Freddy, pendapatan perusahaan mencapai Rp1,5 triliun dari total target di tahun ini sebesar Rp4,8 triliun.

Maksimalkan Potensi
Kondisi perekonomian Indonesia yang diproyeksikan akan tetap baik pada 2019, membuat Modernland berencana untuk terus meningkatkan pemanfaatan cadangan lahannya yang masih idle.

“Perseroan pun berkomitmen menjajaki kemitraan dengan pihak ketiga baik di dalam maupun luar negeri yang memiliki brand kuat untuk membentuk perusahaan patungan sehingga mampu memaksimalkan potensi Perseroan. Salah satunya akan kami lakukan di Jakarta Garden City,” kata Freddy Chan yang masih enggan menyebut nama perusahaan yang dimaksud.

Baca Juga: Akses Tol Baru Tingkatkan Potensi Bisnis ModernCikande

Di saat yang sama, imbuhnya, Perseroan akan terus memantau kondisi likuiditas global pada tahun 2019. Perseroan telah mengambil tindakan antisipasi dengan memastikan bahwa tidak ada utang signifikan yang jatuh tempo pada periode 2019 – 2020.

“Hal ini sedikit banyak melindungi kesehatan keuangan Perseroan dari dampak tahun politik sehingga memungkinkan menjalankan sekaligus mengembangkan usahanya tanpa paparan terhadap risiko likuiditas,” papar Freddy.

Baca Juga: ModernCikande Rangkul Pengembang Industri Halal Dunia di Ajang MIHAS 2019

Di segmen lahan industri, Modernland akan melanjutkan pengembangan lahan industri halal dengan terus mendesak regulator agar mengeluarkan peraturan mengenai lahan industri halal sehingga dapat menjadi payung hukum bagi para calon tenant.

Perseroan juga akan terus menggalang dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan lain untuk menjadikan Indonesia sebagai tolak ukur dalam hal lahan industri halal.

“Saat ini sudah ada minat dari beberapa pihak untuk masuk ke Modern Halal Valley di ModernCikande, namun masih perlu payung hukum dari Departemen Perindustrian. Meski demikian, kami terus membangun infrastruktur di kawasan seluas 500 hektar ini,” katanya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda