Ini Penyebab Masalah Aset Tanah BUMN Sangat Kompleks

Sofyan Djalil mengatakan, Peraturan Menteri (Permen) tentang Hak Pengelolaan Lahan (HPL) ini akan membantu BUMN dalam mengelola aset-asetnya.

sofyan djalil-ATR-BPN-rumahhokie-2-dok
Foto: Dok. ATR/BPN

RumahHokie.com (Jakarta) – Permasalahan aset tanah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat kompleks. Hal ini disebabkan karena pengelolaan aset, khususnya tanah, bukan merupakan program prioritas BUMN. Demikian penuturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil.

“Regulasi apapun yang kita buat akan sia-sia apabila BUMN tidak mengamankan asetnya,” jelas Sofyan saat membuka Focus Group Discussion Harmonisasi dan Sinkronisasi Rancangan Peraturan Menteri ATR/ Kepala BPN tentang Penetapan Hak Pengelolaan dan Tanah Aset BUMN dan BUMD dan Rancangan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN tentang Pengaturan dan Tata Cara Penetapan Hak Guna Usaha di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Baca Juga: Ironis, Secara De Facto Negara Tidak Punya Tanah!

Menurutnya, permasalahan pertanahan yang terjadi umumnya karena jenis hak atas tanah yang dikenal di Indonesia ada banyak.

“Jika di luar negeri hanya dikenal tanah negara dan tanah adat, di negara kita ada eigendom, erfpacht, dan yang lainnya,” kata Sofyan dalam keterangan tertulis ATR/BPN.

Berdasarkan hal itu, Sofyan mengatakan bahwa Peraturan Menteri (Permen) tentang Hak Pengelolaan Lahan (HPL) ini akan membantu BUMN dalam mengelola aset-asetnya.

“Regulasi ini juga nantinya akan mengatur apabila aset BUMN sangat dibutuhkan rakyat, maka BUMN pun harus bisa melepaskan asetnya,” papar Sofyan.

Lebih lanjut, dia menambahkan, kendati HPL ini diberikan namun ini bukan menjadi penyelesaian masalah.

“Saya imbau agar setiap BUMN menjaga setiap asetnya,” pungkas Sofyan.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda