Ini Sisi Positif Tahun Politik Terhadap Sektor Properti

Kondisi tahun politik akan memengaruhi pergerakan ekonomi masyarakat dan memberikan dampak multiplier effect dari dana-dana kampanye yang digelontorkan, termasuk pada sektor properti.

rumah-grafik-Investasi Properti-RumahHokie.com-istimewa
Ilustrasi kondisi pertumbuhan properti. (Gambar : Istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Situasi tahun politik dalam setiap jelang penyelenggaraan pemilihan presiden (Pilpres) maupun pemilahan umum (Pemilu) menimbulkan iklim ketidakpastian bagi para investor.

Kondisi yang tidak pasti itu diprediksi akan membuat pergerakan yang fluktuatif pada pasar modal, termasuk pada kurs mata uang dan perkembangan dunia investasi properti di Indonesia.

Diyakini pula, kondisi tahun politik tersebut akan memengaruhi pergerakan ekonomi masyarakat dan memberikan dampak multiplier effect dari dana-dana kampanye yang digelontorkan oleh para partai peserta pemilu.

Baca Juga : Pasokan Melimpah, Pasar Apartemen Jakarta Belum Bergairah

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch memaparkan pandangannya mengenai perkiraaan efek tahun politik pada beberapa sektor bisnis.

Ia memberi gambaran, disaat penyelengaraan Pemilu 2014 lalu dana yang bergulir sekitar Rp85 triliun hingga Rp115 triliun. Momen tersebut membangkitkan dampak tidak langsung dalam perekonomian sebesar Rp89 triliun.

“Sektor yang akan mengalami peningkatan pertumbuhan tertinggi selama Pemilu adalah industri percetakan yang tumbuh 17,99% di tahun 2014, diikuti sektor lainnya seperti industri pakaian jadi, sektor perdagangan, hotel, restoran, telekomunikasi, dan transportasi,” ujarnya.

Pertumbuhan di sektor tersebut secara tidak langsung juga akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan daya beli masyarakat yang sebagian besar akan dibelanjakan dalam
bentuk rumah atau properti.

Baca Juga : Inilah Ciri-ciri “Hunian Zaman Now” yang Diminati Generasi Milenial

Menurut Ali, dampak tidak langsung tersebut akan menjadi sisi positif di tengah kelesuan perekonomian saat ini yang juga dirasakan pada sektor properti.

Lebih lanjut ia memaparkan, berdasarkan data yang ada terlihat umumnya pasar properti akan tertahan selama tahun politik dan mengalami pertumbuhan positif setelah Pemilu.

“Peningkatan ini akan terlihat dalam peningkatan jumlah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) di perbankan yang mengalami kenaikan dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun setelah Pemilu dilakukan,” ucap Ali.

Sebagai informasi, selama periode Pemilu 2009, pasar properti mengalami peningkatan 7,8% di tahun 2010. Bahkan dalam periode Pemilu 2014 terjadi kenaikan pasar properti 32,6% di tahun 2015.

“Meskipun para investor properti di segmen menengah-atas diperkirakan relatif masih menahan dan wait and see karena gesekan politik di tahun 2019 nanti agaknya akan lebih panas, namun secara umum pergerakan positif harusnya akan terjadi pada segmen menengah bawah,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda