Inilah Cara Pengurus Baru REI Kejar Target Program Sejuta Rumah

Pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah baru mencapai 200.000 – 300.000 per tahun. Untuk itu, REI menargetan pembangunan 500.000 unit rumah di 2017.

Soelaeman Soemawinata (Ketua Umum DPP REI) dan Totok Lusida (Sekjen DPP REI) - foto: Anto Erawan

RumahHokie.com (Jakarta) – Sejumlah pekerjaan menanti Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) periode 2016 – 2019. Salah satunya adalah menyukseskan Program Sejuta Rumah dan membangun rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Soelaeman Soemawinata, Ketua Umum DPP REI mengaku siap bekerjasama dengan seluruh stakeholder properti, termasuk terus mendukung program sejuta rumah yang dibesut pemerintah.

Baca Juga: Dilantik, Berikut Jajaran Pengurus Real Estat Indonesia 2016-2019

Caranya, dengan melakuan komunikasi dengan sejumlah kementerian terkait, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Menteri Dalam Negeri, dan lain-lain.

“Kami juga siap membantu mengatasi kendala pendanaan anggota REI di daerah, terlebih pengembang rumah subsidi. Salah satu cara adalah dengan mensinergikan bank daerah dengan bank nasional yang memiliki pengalaman dalam penyaluran kredit di sektor properti,” jelas Eman—demikian Soelaeman akrab disapa—di sela acara pengukuhan DPP REI periode 2016 – 2019, Selasa (20/12/2016).

Merumahkan Anggota Polri
Pada kesempatan yang sama, Totok Lusida, Sekretaris Jenderal DPP REI memaparkan, pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah baru mencapai 200.000 – 300.000 per tahun.

“Untuk itu, REI menargetkan pembangunan 500.000 unit rumah di 2017. Salah satu cara yang digunakan dengan menggandeng beberapa institusi, seperti Polri, TNI, dan Korpri,” jelas Totok.

Baca Juga: Tawarkan 7 Pilar, Soelaeman Soemawinata Pimpin REI 2016 – 2019

Sebagai tahap awal, REI telah menggandeng Bank BRI untuk pembiayaan rumah murah bagi anggota Polri.

“Saat ini, anggota Polri mencapai 450 ribu orang di seluruh Indonesia. Jika kita dapat 10% saja, maka angka tersebut sudah bisa membantu target Sejuta Rumah,” urainya.

Menurutnya, banyak anggota Polri yang belum memiliki rumah, karena sering dimutasi, sehingga tempat tinggalnya berpindah-pindah—selain pendapatan yang masih di bawah UMR (upah minimum regional).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis dan Konsumer Bank BRI, Sis Apik Wijayanto menjelaskan, kolaborasi dengan REI dalam pembiayaan KPR bagi anggota Polri lebih mudah karena payroll melalui Bank BRI.

“Potensinya pun cukup besar, bisa mencapai 300 ribu unit,” imbuhnya.

“FLPP Tahap 2”
Salah satu program penyediaan rumah yang belum terlaksana di era kepengurusan Eddy Hussy (periode 2013 – 2016), sekaligus dapat membantu target Program Sejuta Rumah adalah rumah subsidi untuk masyarakat menengah—menukil istilah Eddy Hussy sebagai “FLPP Tahap 2”.

“Program ini kami usulkan kepada pemerintah, agar pekerja dengan penghasilan Rp4 juta hingga Rp7 juta—terutama yang tinggal di perkotaan—juga bisa mendapat subsidi dalam memberi rumah. Mungkin suku bunga KPR-nya lebih tinggi dari rumah subsidi menggunakan KPR FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), misalnya 7,5%,” papar Eman.

Eman mengaku pihaknya akan melakukan pendekatan kepada pemerintah terkait hal ini. Pasalnya, pasar segmen ini tergolong besar.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda