Inilah Proyek-proyek Terlaris Intiland di Awal Tahun 2019

Penjualan dari segmen pengembangan kawasan perumahan tercatat mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp175 miliar, atau 69% dari total marketing sales.

intiland-logo-rumahhokie-anto-erawan
(Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sepanjang kuartal I 2019,  PT Intiland Development, Tb (Intiland; DILD) mencatatkan pendapatan penjualan (marketing sales) senilai Rp254,2 miliar, atau sekitar 10,2% dari target tahun ini sebesar Rp2,5 triliun.

Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland mengatakan, penjualan dari segmen pengembangan kawasan perumahan tercatat mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp175 miliar, atau 69% dari total marketing sales. Penjualan terbesar dari segmen ini berasal dari dua proyek perumahan, yakni Graha Natura di Surabaya dan Serenia Hills di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Proyek Mixed-Use dan High Rise: Sumber Pendapatan Terbesar Intiland

“Segmen pengembangan mixed-use & high rise berhasil membukukan marketing sales Rp79,2 miliar atau 31% dari total pendapatan. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan apartemen 1Park Avenue di Jakarta dan The Rosebay di Surabaya,” jelas Archied Noto Pradono.

Ditinjau berdasarkan lokasi proyek, menurut Archied, penjualan dari proyek-proyek di Jakarta mencapai Rp136,2 miliar atau 54% dari keseluruhan penjualan. Sisanya sebesar Rp118,1 miliar atau 46% berasal dari penjualan proyek-proyek yang berlokasi di Surabaya.

Baca Juga: Kolaborasi Intiland-Menara Prambanan, Poins Square Masuki Era Baru

“Pasar properti belum juga pulih di kuartal pertama tahun ini. Konsumen masih bersikap wait and see dan menunda pembelian. Namun, khusus untuk produk-produk perumahan, kami lihat pasarnya masih bergerak positif dan relatif stabil, sehingga tetap ada penjualan,” ungkap Archied lebih lanjut.

Dipengaruhi Iklim Politik
Lebih lanjut Archied mengakui, secara umum tantangan pasar properti pada tiga bulan pertama tahun ini sangat berat. Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh iklim politik yang terjadi, seiring penyelenggaraan masa kampanye dan Pemilu serentak.

“Kami harapkan setelah Pemilu, kondisi akan membaik dan lebih kondusif, sehingga konsumen lebih berani untuk melakukan pembelian dan investasi di sektor properti,” tuturnya.

Baca Juga: Lewat #LivingConnected, Intiland Kampanyekan Penggunaan Transportasi Publik

Kendati demikian, imbuh Archied, manajemen Intiland tetap optimistis pasar properti akan mampu pulih dan tumbuh kembali. Perseroan pada tahun ini masih mempertahankan strategi yang bersifat konservatif guna mengantisipasi dan menghadapi dinamika dan arah perubahan pasar.

“Perseroan akan berupaya menjaga kinerja usaha dengan mengandalkan pertumbuhan secara organik maupun dengan menjalin kerjasama strategis dengan investor. Strategi ini ditempuh antara lain melalui pengembangan pada proyek-proyek yang telah berjalan dan tetap membuka peluang kerjasama untuk pengembangan proyek-proyek baru,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda