Inilah Strategi Program Perumahan Kementerian PUPR Lima Tahun ke Depan

Ada empat program perumahan yang akan dilaksanakan Kementerian PUPR sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur dan perumahan untuk masyarakat.

Rapat Kerja Kementerian PUPR dengan-Komisi-V-DPR-RI-rumahhokie-dok
Rapat Kerja Kementerian PUPR dengan Komisi V DPR RI yang dilaksanakan Selasa, 12 November 2019. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Dalam lima tahun ke depan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan terus mendorong pelaksanaan program perumahan untuk masyarakat Indonesia. Di antaranya, empat program pembangunan infrastruktur terkait perumahan, yakni pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, dan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahan untuk rumah subsidi.

Baca Juga: Lanjutkan Program Sejuta Rumah, Kementerian PUPR Siapkan Strategi Khusus

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menerangkan, empat program perumahan yang akan dilaksanakan tersebut merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur dan perumahan untuk masyarakat. Pertama adalah pembangunan 50.000 unit rumah susun, 25.000 unit rumah khusus, 1.500.000 unit rumah swadaya, dan bantuan PSU untuk 500.000 unit rumah subsidi.

“Anggaran untuk Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR untuk melaksanakan berbagai program pembangunan perumahan adalah Rp8,48 triliun. Pembangunan perumahan akan dilaksanakan Kementerian PUPR tersebar di seluruh Indonesia,” tandas Basuki Hadimuljono saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Beberapa Strategi Pembangunan
Lebih lanjut Basuki menerangkan, guna mendorong pelaksanaan program pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat tersebut, Kementerian PUPR pun telah menetapkan beberapa strategi pembangunan, di antaranya melanjutkan pembangunan infrastruktur 2015 – 2019 untuk mendukung pengembangan wilayah seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasab Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri, Kawasan Bandara/Pelabuhan dan kawasan produktif lainnya.

Selain itu juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui sertifikasi tenaga kerja konstruksi dan program link and match (magang) yang mempertemukan industri jasa konstruksi dan dunia pendidikan.

Baca Juga: Penunggak BPJS Kesehatan Tak Bisa Dapat KPR, Ini Komentar Pakar Properti

Strategi lainnya adalah dengan mengembangkan strategi pembiayaan alternative  pembiayaan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan skema lainnya yang menarik bagi investor. Kementerian PUPR juga akan memperkuat dan membuka peluang kerja bagi kontraktor nasional/ lokal dengan melakukan pembinaan melalui regulasi dan kebijakan pamaketan.

“Kami juga akan melaksanakan strategi penggunaan material dan peralatan produksi dalam negeri yang memberikan nilai tambah dalam setiap infrastruktur yang terbangun sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor. Selain itu, kami juga akan menyederhanakan regulasi dan birokrasi dengan revisi Peraturan Menteri (Permen) PUPR yang menghambat dan mempercepat pengadaan barang dan jasa melalui lelang dini agar infrastruktur diselesaikan tepat waktu dan tetap menjaga kualitas kontruksi,” urainya.

Program Sejuta Rumah Tetap Dilanjutkan
Sementara itu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menyatakan, Program Sejuta Rumah dinilai menjadi salah satu terobosan bidang perumahan yang dilaksanakan oleh pemerintah guna menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Negara harus hadir dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat. Program Sejuta Rumah ini akan tetap dilanjutkan,” katanya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Tetap Lanjutkan Program Sejuta Rumah di 2020

Khalawi menerangkan, saat ini Kementerian PUPR  akan terus mendorong dan menggandeng para stakeholder perumahan seperti pemerintah daerah, pengembang perumahan, perbankan, masyarakat dan sektor swasta untuk mensukseskan Program Sejuta Rumah di lapangan. Adapun proporsi pembangunan rumah dalam program tersebut adalah 70% untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya sebanyak 30% untuk non-MBR.

Berdasarkan data di Ditjen Penyediaan Perumahan, capaian Program Sejuta Rumah per 11 November 2019 sudah mencapai 1.101.424 unit rumah. Program Sejuta Rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah, imbuhnya, tentunya dapat berhasil berkat dukungan dari seluruh stakeholder bidang perumahan khususnya dari masyarakat dan sektor swasta masyarakat.

Baca Juga: Gandeng Bank Dunia, Kementerian PUPR Tingkatkan Kualitas Rumah MBR

Sejak dicanangkan pada 29 April 2015 silam, capaian Program Sejuta Rumah terus meningkat: di 2015 mencapai 699.770 unit, di 2016 sebanyak 805.169 unit, di 2017 sebanyak 904.758 unit, dan di 2018 mencapai angka 1.132.621 unit.

“Tahun 2019 ini kami optimistis target pembangunan rumah sebanyak 1,25 juta unit bisa tercapai,” pungkas Khalawi Abdul Hamid.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda