Investasi Untung Vs Investasi Buntung

Jika Anda membeli properti Rp1 miliar dan tahun depan dijual Rp1,2 miliar, apakah menguntungkan? Belum tentu! Ini cara menghitungnya.

RumahHokie.com – Jika Anda membeli properti Rp1 miliar dan tahun depan dijual Rp1,2 miliar, maka Anda mendapat capital gain Rp200 juta. Akur!

Tapi apakah itu menguntungkan? Belum tentu! Ada dua pola perhitungan yang terjadi:

Untung, karena Rp200 juta merupakan kenaikan gain 20% dan itu sudah bagus. Silahkan saja jika Anda bisa menikmati kelebihan itu. Tapi bagi saya, ini jebakan pikiran (mind trap).

Buntung justru lebih tepat buat investasi Anda. Karena keuntungan Anda yang Rp200 juta sebetulnya justru rugi. Lho?

Yuk kita hitung. Di Republik ini, properti punya komponen-komponen biaya pengalihan dan risiko shrinking value of money.

Saat membeli pajaknya 5% dan biaya notaris plus balik nama 1%, ketika dijual, pajak 5% pula. Perlu dihitung pula inflasi 6%, bunga KPR 9%, agent fee saat jual 3%, iuran lingkungan dan utilitas setahun 1%. Jadi, total 30%.

Artinya, jika beli properti Rp1 miliar, Anda baru balik modal jika terjual Rp1,3 miliar. Kalau terjual Rp1,2 miliar itu buntung!

Jadi, mengapa Anda masih bilang untung? Karena Anda main mata dengan tidak membayar pajak jual-beli 5% + 5% dengan akal-akalan membuat kuasa jual.

Inflasi Anda sanggah, karena tidak keluar dari kantong, padahal nilai uang Anda menyusut 6% tahun depan. Agen properti ditawar dari 3% jadi 0,5% dan Anda minum dosa keringat orang.

Anda juga bilang, ‘saya membeli secara cash dan tidak menggunakan KPR sehingga tidak membayar bunga 9%’. Betul, tapi capital opportunity loss Anda juga hangus, karena seharusnya Anda memperoleh bunga/hasil usaha.

Jadi, beruntunglah saat membeli, bukan menghitung saat menjual. Kebalik, Bro! Sebab jika kebalik, Anda bukan investor tapi pesulap (baca: penilep).

Pajak tetap bayar dong, Apa Kata Dunia?!

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda