Istaka Karya Gandeng BUMN China Bangun Sejumlah Proyek di Indonesia

Di sektor properti, kedua belah pihak akan bekerjasama dan fokus mengembangkan high rise building, seperti apartemen, hotel, dan perkantoran.

MoU Istaka Karya dengan China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd - RumahHokie - Anto Erawan - dok
MoU Istaka Karya dengan China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – PT Istaka Karya (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa konstruksi, menandatangani perjanjian kerjasama dengan perusahaan milik pemerintah Republik Rakyat China, China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp. Ltd.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan Direktur PT Istaka Karya (Persero), Widi Suharyanto dan President Director China State Construction Overseas Development Co. Ltd, Wang Shaofeng.

Baca Juga: Masuk Indonesia, Pengembang China Ini Andalkan Brand dan Kualitas

Widi Suharyanto mengatakan, melalui kerjasama strategis tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan sejumlah proyek energi dan properti di Indonesia. Istaka Karya tertarik menggandeng CCEED lantaran perusahaan BUMN China tersebut memiliki kekuatan pendanaan.

“Kegiatan pembangunan properti di Indonesia memang tengah tumbuh pesat, dan membuat sejumlah perusahaan dari berbagai negara khususnya dari China, tertarik untuk masuk ke Indonesia,” jelasnya kepada awak media, Senin (12/3/2018).

Selain itu, imbuhnya, kerjasama ini juga akan menjajaki pembangunan sejumlah proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, terowongan, transportasi publik seperti kereta api, trem, pelabuhan, bandar udara, kawasan industri maupun kawasan wisata.

Baca Juga: Apa Perbedaan Strategi Developer China dan Jepang di Indonesia?

Sementara itu, di sektor properti, kedua belah pihak akan bekerjasama dan fokus mengembangkan high rise building, seperti apartemen, hotel, dan perkantoran.

Widi mengungkapkan, tahun ini Istaka Karya menargetkan kontrak baru sebesar Rp4 triliun, atau tumbuh 81% dibanding capaian tahun lalu, sebesar Rp2,2 triliun. Sementara target pendapatan tahun ini sebesar Rp2,4 triliun dengan laba bersih Rp230 miliar.

Daya Tarik Indonesia
Sementara itu, Steven Li, Indonesia Chief Representative CCEED mengungkapkan, Indonesia menjadi sasaran bidik pengembangan bisnis karena memiliki populasi penduduk terbesar keempat di dunia.

“Lewat kerjasama ini, kami ingin memanfaatkan semua peluang yang ada dengan keahlian yang kami miliki,” jelasnya, menjawab pertanyaan RumahHokie.com.

Baca Juga: Kontraktor China Ini Pilih Gunakan Pekerja Indonesia, Apa Sebabnya?

Terkait tenaga kerja asal China yang dikabarkan banyak masuk ke Indonesia melalui perusahaan-perusahaan China, Steven Li mengatakan, pihaknya tak akan menggunakan buruh asal China.

“Kami hanya akan melakukan transfer teknologi melalui tim engineer terlatih, bahkan sebagian bisa berbahasa Indonesia. Semuanya akan kami localized dan perusahaannya akan menjadi perusahaan lokal,” katanya.

Sebagai informasi, CCEED merupakan perusahaan milik pemerintah China yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam proyek infrastruktur, bangunan, industri dan konstruksi pembangkit listrik, pengembangan dan investasi.

Gandeng Berbagai Pihak
Pada saat yang sama, Sigit Winarto, Direktur Utama Istaka Karya mengungkapkan, kerjasama dengan CCEED tersebut merupakan salah satu cara untuk mengembangkan bisnis Istaka Karya yang saat ini masih belum sebesar “BUMN Karya” lain.

Untuk itu, Istaka Karya berencana akan menggandeng berbagai pihak, terutama untuk menggarap beberapa lahan kami, seperti di Bekasi, Citeurep, Cirebon, dan Bali—yang luasnya berkisar 10 hektar – 15 hektar.

“Kami sudah melakukan feasibility study di lahan yang ada di Bekasi. Lahan seluas 3,2 hektar tersebut rencananya akan kami buat low rise apartment untuk kelas menengah ke bawah,” papar Sigit.

Untuk mengembangkan produk properti, Sigit mengaku saat ini Istaka Karya belum memiliki kapasitas yang cukup. Sehingga masih harus bekerjasama dengan pihak lain, baik lokal maupun mancanegara.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda