Iwan Sunito: Kebijakan Infrastruktur Pemerintah Indonesia Sudah Tepat

Jika dibandingkan dengan Australia, situasi yang dihadapi Indonesia dalam beberapa aspek sangatlah mirip, meskipun Australia melakukannya lebih awal.

iwan sunito CEO Crown Group Sydney Australia
Iwan Sunito, CEO Crown Group (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo tengah gencar membangun infrastruktur di berbagai wilayah di Tanah Air, baik berupa jalan, prasarana transportasi masal, bendungan, bandar udara, dan lain-lain.

Menanggapi kebijakan tersebut, Iwan Sunito, Group CEO dan Komisaris Crown Group—pengembang properti yang berbasis di Sydney—mengatakan, hal ini merupakan kebijakan tepat yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Baca Juga: Ingat, Beli Properti Jangan Tunggu Infrastruktur Rampung!

“Meski bertujuan untuk menjawab permasalahan transportasi di Ibukota, namun hal ini juga berdampak pada percepatan pertumbuhan hunian di Jakarta,” ungkap Iwan. “Kita bisa melihat mulai banyak hunian vertikal yang tumbuh di sepanjang jalur MRT dan LRT yang rencananya akan beroperasi di 2019.”

Lebih lanjut Iwan mengatakan, hunian vertikal semacam ini melahirkan tren baru dalam pembangunan hunian, dimana para pengembang berlomba-lomba membangun hunian vertikal yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi masal. Hal ini tentu saja akan mendorong percepatan pertumbuhan sektor properti di Indonesia.

“Perlu juga diingat perihal laporan oleh departemen ekonomi dan sosial PBB pada tahun 2014 mengenai tren urbanisasi global, memproyeksikan bahwa 66% penduduk dunia akan tinggal di daerah urban pada 2050 mendatang,” imbuhnya.

Baca Juga: Urbanisasi Picu Munculnya Kawasan Kumuh di Perkotaan

Angka ini tercatat melonjak sangat tinggi jika membandingkan persentase penduduk dunia yang tinggal di daerah perkotaan pada 1950 yang hanya mencapai 30%.

“Konsep hunian ini (hunian vertikal yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi masal) mungkin tidak akan laku dijual 20 atau 30 tahun yang lalu, dimana semua orang menghindari memiliki hunian yang berdekatan dengan jalur kereta,” tambahnya.

Jaring Laba-laba Raksasa
Iwan membandingkan apa yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan kondisi Australia pada umumnya.

“Jika kita bandingkan dengan Australia, situasi yang dihadapi oleh Indonesia dalam beberapa aspek sangatlah mirip, meskipun Australia sudah melakukannya lebih awal,” katanya.

Baca Juga: Serbu Properti Australia, Investasi China Capai Rp240 Triliun

Sejak Australia, khususnya pemerintah negara bagian New South Wales (NSW) melakukan pembangunan infrastruktur, banyak permukiman baru tumbuh di sepanjang jalur transportasi.

“Saat ini, kota Sydney ibarat sebuah jaringan laba-laba raksasa yang menghubungkan semua daerah dengan pusat kota,” ujar Iwan. “Tentu saja hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri properti di Sydney hingga saat ini.”

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda