Jabodetabek Bakal Diramaikan Rumah Rp900 Juta – Rp1,5 Miliar

Pasar perumahan tapak di Jabodetabek diperkirakan akan membaik pada semester II-2019. Beberapa pengembang terlihat telah bersiap meluncurkan produk baru pada paruh kedua ini.

rumah-menengah-metland-cileungsi-rumahhokie-dok-2019
Rumah menengah di Metland Cileungsi (Foto: Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Selama semester pertama 2019, tercatat sebanyak 3.701 unit rumah diluncurkan pengembang. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 40% dibandingkan dengan pasokan yang ada di semester terakhir.

Baca Juga: Tahun Politik, Pembeli Rumah di Jabodetabek Didominasi End-User

Menurut survei Cushman & Wakefield, sebagian besar pengembang menunda peluncuran produk perumahan mereka, karena ketidakpastian politik dan keamanan, jelang dan setelah ajang Pemilihan Presiden di pertengahan April 2019. Mereka memilih menunggu pengumuman pemenang yang dilakukan KPU sebulan setelahnya.

Di sisi lain, para pembeli pun cenderung menjatuhkan prioritas pengeluaran mereka untuk merayakan Hari Idul Fitri dan biaya sekolah di Tahun Ajaran Baru, dibanding membeli rumah.

Baca Juga: Pasar Perumahan Naik Didominasi Hunian di Bawah Rp1 Miliar

Kondisi ini membuat para pengembang lebih fokus menjual rumah siap huni untuk mengurangi biaya penyimpanan (holding cost) dengan menawarkan skema pembayaran yang lebih mudah.

Sebagian besar pasokan unit perumahan berasal dari pengembangan segmen menengah ke bawah (16,4%), diikuti segmen menengah ke bawah (13,6%).

Dominasi Pasangan Muda dan End-User
Peraturan baru yang melonggarkan rasio Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) dirilis Bank Indonesia pada 1 Agustus 2018. Lewat regulasi ini, pembeli rumah pertama dimungkinkan membeli hunian dengan uang muka 0%. Namun, menurut Cushman & Wakefield, hal ini tidak benar-benar bisa diterapkan karena berbagai alasan.

Baca Juga: Segmen Menengah dan Bawah Makin Kuasai Pasar Perumahan

Sebagian besar pengembang masih membutuhkan minimal DP 5% dengan fasilitas installment sebagai komitmen pembelian. Sementara, calon pembeli yang mengajukan DP 0% kepada bank, ternyata tidak memiliki kemampuan untuk membayar cicilan bulanan, karena terlalu besar.

Dengan suku bunga dasar kredit yang tinggi dari Bank Indonesia, yakni 6%, sebagian besar pembeli rumah yang memenuhi syarat untuk mendapat fasilitas KPR juga lebih suka membayar uang muka lebih tinggi untuk mengurangi jumlah cicilan KPR bulanan.

Baca Juga: Sukseskan Program Perumahan Rakyat, Ini Dua Usulan REI untuk Pemerintah

Pasar perumahan tapak di Jabodetabek diperkirakan akan membaik pada semester II-2019. Beberapa pengembang terlihat telah bersiap meluncurkan produk baru pada paruh kedua ini, menyusul situasi politik yang semakin kondusif.

Dalam hal pasokan unit, pengembangan rumah segmen menengah-bawah dan menengah diperkirakan akan terus mendominasi pasokan di semester II-2019, dengan harga rumah berkisar antara Rp900 juta hingga Rp1,5 miliar per unit. Sementara, pasangan muda dan end-user akan tetap mendominasi permintaan perumahan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda