Tahun Politik, Pembeli Rumah di Jabodetabek Didominasi End-User

Pada semester pertama 2019, sebagian besar transaksi unit perumahan di Jabodetabek didominasi segmen menengah, diikuti segmen menengah ke bawah.

rumah-menengah-cibubur-country-rumahhokie-by-anto-erawan-dok
Rumah menengah di kawasan Cibubur (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Paruh pertama 2019 merupakan semester yang menantang bagi pasar perumahan, karena bertepatan dengan perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) di bulan April.

Hasil riset yang dirilis konsultan properti Cushman & Wakefield menunjukkan, selama semester I-2019 pasar rumah tapak di Jabodetabek menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini tercermin dari penurunan rata-rata penjualan bulanan, baik dari sisi unit maupun nilai.

Baca Juga: Segmen Menengah Kuasai Pasar Perumahan di Jabodetabek

Pada periode ini, jumlah rata-rata unit rumah yang ditransaksikan menurun sekitar 3,4 unit menjadi 22,9 unit per bulan per proyek perumahan. Sementara, nilai penjualan selama periode survei menurun sekitar Rp33,7 miliar per proyek perumahan atau -11,9% dibanding angka di semester sebelumnya.

Dilihat berdasarkan kinerja, meskipun mengalami penurunan sekitar 4,3 unit per bulan (-9,7 YoY) dibandingkan semester kedua 2018, tingkat penyerapan rata-rata per bulan perumahan di Tangerang masih yang tertinggi di Jabodetabek dengan angka 27,7 unit dengan nilai rata-rata Rp51,7 miliar.

suplai-perumahan-di-jabodetabel-semalam-semester-1-2019-cushman-wakefield-rumahhokie.jpg2
Suplai perumahan di Jabodetabek semester I – 2019 (sumber: Cushman & Wakefield)

Pada semester pertama 2019, sebagian besar transaksi unit perumahan di Jabodetabek didominasi oleh rumah-rumah segmen menengah (36,5% dari total transaksi), diikuti segmen rumah menengah ke bawah (27,8%).

Berdasarkan wilayah, transaksi segmen menengah memberikan kontribusi paling besar di Bekasi (51% dari total transaksi), sementara Tangerang mendapat kontribusi terbesar dari transaksi segmen menengah ke bawah (35,6%).

Baca Juga: Pasar Perumahan Naik Didominasi Hunian di Bawah Rp1 Miliar

Unit yang ditransaksikan masih didominasi oleh pembeli end-user (sekitar 75%) di mana unit rumah yang paling diminati berkisar Rp1,1 miliar – Rp1,5 miliar, dengan ukuran bangunan 55 m2 – 116 m2 dan ukuran tanah 60 m2 – 105 m2.

Dari sisi metode pembayaran, meskipun suku bunga dasar kredit dari Bank Indonesia sudah mencapai 6% sejak November 2018, di semester pertama 2019, KPR masih menjadi metode pembayaran yang disukai di Jabodetabek (78%), diikuti cicilan bertahap (13%), dan tunai (10%).

Baca Juga: Kementerian PUPR Integrasikan Sistem Perumahan Secara Online

Ketentuan pembayaran yang lebih mudah yang ditawarkan pengembang, seperti uang muka rendah dan angsuran DP hingga 12 – 18 kali tetap menarik bagi pembeli.

Secara keseluruhan, harga perumahan meningkat pada semester pertama 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Harga jual rata-rata di Jabodetabek pada semester pertama 2019 adalah Rp11.029.042, atau tumbuh 4,92% (YoY).

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda