Jadi Garda Terdepan, REI Targetkan Bangun 210.000 Rumah Subsidi

Di sisi demand, ada empat pangsa pasar yang dibidik, yakni PNS (pegawai negeri sipil), TNI/Polri, pekerja di sekitar kawasan industri, dan sektor informal.

REI akan mendukung pencapaian target pemerintah dalam pembangunan sejuta rumah. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Mengikrarkan diri sebagai Garda Terdepan dalam Membangun Rumah Rakyat, Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) menargetkan untuk membangun 210.000 unit rumah subsidi tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari yang pernah dikemukakan sebelumnya.

Di sisi demand, ada empat pangsa pasar yang dibidik, yakni PNS (pegawai negeri sipil), TNI/Polri, pekerja di sekitar kawasan industri, dan sektor informal.

Baca Juga: Bantu Pengembang Daerah, “REI Finance” Dibesut

“Dengan target tersebut, ke depan lebih dari 50% orientasi pembangunan rumah oleh anggota REI akan menyentuh penyediaan rumah untuk MBR,” tutur Soelaeman Soemawinata, Ketua Umum DPP REI saat berbuka puasa bersama media yang mengangkat tema “Bersinergi Mendukung Program Sejuta Rumah”, Selasa (20/6/2017).

Menurutnya, REI akan mendukung pencapaian target pemerintah dalam pembangunan sejuta rumah. REI akan mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk memenuhi komitmen tersebut.

Baca Juga: Pengembang Keluhkan Sejumlah Hal Terkait Rumah Subsidi

“Jika angka rumah subsidi dengan komersial yang dibangun anggota REI tahun ini mencapai sekitar 450.000. Artinya REI sudah berkontribusi 45% dari target Program Sejuta Rumah,” kata Eman—sapaan akrab Soelaeman.

Potensi Sektor Informal
Untuk mencapai target, jelas Eman, REI berhasil membuat program kerjasama penyediaan rumah rakyat yang terintegrasi dengan berbagai pihak yang menjadi target pasar rumah rakyat. Dengan demikian, seluruh komponen penting yang bisa mendorong sisi permintaan telah diberdayakan oleh REI.

REI menggandeng sejumlah pihak, seperti Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) dan Mabes Polri untuk menjangkau pasar prajurit TNI/Polri; Korpri dan Bapertarum-PNS untuk membidik pangsa pasar PNS; dan BPJS Ketenagakerjaan untuk penyediaan rumah bagi pekerja.

“Untuk masyarakat di sektor informal, kami masih menunggu regulasi pembiayaan yang lebih rinci,” ujarnya. “REI mendorong lahirnya skema pembiayaan yang memungkinkan pekerja informal membeli rumah.”

Baca Juga: Kementerian PUPR dan REI Bahas Sejuta Rumah dan Hunian Berimbang

Sektor informal, imbuh Eman, layak dibidik. Pasalnya data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja informal per Februari 2017 mencapai 58,35% dari total jumlah pekerja di Indonesia yang diperkirakan 140 juta.

“Artinya ada potensi pasar dari sekitar 80 juta pekerja informal di Indonesia yang dipastikan akan mampu menutup angka backlog rumah yang sekarang disebut mencapai 11,4 juta unit,” pungkas Eman.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda