Jelang Pemilu 2019, Harga Jual Apartemen di Jakarta Relatif Tertekan

Harga apartemen di Jakarta saat ini berada di level Rp34,1 juta per meter persegi atau naik tipis sebesar 1% apabila dibanding kuartal yang lalu.

pasar apartemen Jakarta, Colliers International Indonesia, Ferry Salanto
Ilustrasi gedung apartemen. (Foto: Gary Sauer - Thompson)

RumahHokie.com (Jakarta) – Harga jual apartemen di Jakarta cenderung tertekan seminggu menjelang Pemilu 2019. Berdasarkan data dari Colliers International Indonesia, masih banyaknya stok belum terserap sepenunya oleh pasar, berimpilikasi terhadap sulitnya harga apartemen untuk naik lebih jauh.

Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia, memaparkan harga jual apartemen pada kuartal I-2019 berada di level Rp34,1 juta per meter persegi atau naik tipis sebesar 1% apabila dibanding kuartal yang lalu.

“Masih banyak stok yang belum terserap di pasar, sehingga developer tidak berani membuka harga terlalu tinggi. Terutama, secara umum penjualan apartemen di Jakarta memang tidak terlalu baik,” ujar Ferry beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Pertumbuhan Infrastruktur Kawasan ASEAN Jadi Daya Tarik Investor

Dalam laporan bertajuk Property Market Q1 2019, Colliers melihat secara umum kondisi pasar properti pada saat ini didasari oleh ‘tenant market situation’, termasuk di sektor apartemen.

Dengan kondisi seperti itu, menurut Ferry saat ini developer apartemen dituntut untuk membuat produk properti yang ditargetkan pada end-user.

Konsultan real estat global itu memperkirakan, kondisi pasar apartemen di Jakarta akan berangsur-angsur membaik di awal tahun 2020, dengan catatan tidak ada pergolakan dalam penyelenggaraan Pemilu dan keadaaan ekonomi makro juga stabil.

Baca Juga: Implikasi Profil Penghuni Terhadap Strategi Investasi Properti Komersial

Di sisi lain, Ferry mengatakan mulai beroperasinya Mass Rapid Transit (MRT) rute Bundaran HI-Lebak Bulus akan membuat harga-harga properti di sekitar jalur tersebut mengalami kenaikan bervariasi, tergantung situasi stasiun di dekat properti tersebut.

“Memang sekarang belum terlihat. Akan tetapi kedepannya, kami melihat adanya peluang kenaikan harga yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan lokasi-lokasi lainnya. Semakin tinggi “traffic” stasiun MRT, maka semakin tinggi peluang kenaikan harga properti di dekatnya,” ucap Ferry.

Baca Juga: Prospek pasar properti Asia Tahun 2019 Dinilai Tetap Memiliki Peluang

Kedepan, seiring dengan harapan meningkatnya kondisi makro ekonomi pasca pemilu 2019 dan beroperasinya infrastruktur baru (LRT dan MRT), Colliers Indonesia memperkirakan harga properti akan naik sekitar 5-6% per tahun hingga 2021.

Kondisi Pasar Apartemen Sewa
Untuk pasar apartemen sewa di Jakarta pada kuartal I-2019, Ferry Salanto berujar bahwa tingkat hunian di awal tahun merupakan “low season”. Hal itu dipengaruhi oleh aktifitas bisnis yang masih belum normal karena libur tahunbaru dan Imlek di bulan Januari – Februari.

Sedangkan untuk harga sewa apartemen, mengalami kenaikan sebesar 1,2% dibanding kuartal sebelumnya. Namun, secara transaksional, harga tersebut bisa turun hingga 5%, tergantung dari durasi masa sewa.

“Pasar sewa yang sedang lesu saat ini ditambah dengan adanya pasokan baru, akan membuat tingkat hunian tertekan. Kami prediksi tingkat hunian akan bergerak di level 69-70% hingga 2021. Sedangkan harga sewa  kedepan akan naik berkisar 2-3%,” pungkas Ferry.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda