JLL: Australia dan Hong Kong Dominasi Investasi Hotel Asia Pasifik

Operator hotel alternatif ditengarai mengganggu kinerja bisnis hotel di banyak kota besar. Mereka dianggap ilegal dan dilarang beroperasi.

JLL: Australia dan Hong Kong Dominasi Investasi Hotel Asia Pasifik
InterContinental Sydney Double Bay (Foto: intercontinental.com)

RumahHokie.com (Jakarta) –  Gateway city seperti Hong Kong, Singapura, Sydney, dan Melbourne masih menjadi incaran investor sektor perhotelan di semester pertama 2017.

Pasalnya, kota-kota ini dinilai menawarkan fundamental pariwisata dan perdagangan yang positif serta tingkat permintaan dan penawaran seimbang dalam jangka panjang.

Baca Juga: Ini Kelebihan Properti Sydney Dibanding Singapura

Sebagai informasi, istilah gateway city diperkenalkan sejak 2009 yang merujuk pada kota-kota yang menjadi pintu masuk utama ke sebuah negara.

Investor juga terus mencari investasi menguntungkan di pasar-pasar utama yang sedang berkembang seperti Vietnam. Demikian hasil riset konsultan properti JLL yang dalam “Hotel Investment Highlights Asia Pacific H1 2017”.

Volume investasi hotel di Asia Pasifik di paruh pertama 2017 berkisar USD2,9 miliar. JLL mencatat 28 transaksi hotel di enam negara yang berjumlah lebih dari 5.000 kamar, dengan harga rata-rata per kamar sebesar USD486.600.

Gangguan Operator Hotel Alternatif
Airbnb dan operator akomodasi alternatif lain ditengarai mengganggu kinerja hotel di banyak kota besar. Sebuah undang-undang yang disahkan oleh National Diet of Japan pada Juni 2017 bahkan melarang operator ilegal beroperasi mulai tahun 2018 di Negeri Matahari Terbit tersebut.

Baca Juga: Short-Term Rent: Pahit-Manis Bisnis Portal Hotel Online

Untuk pertama kalinya sejak 2013, tidak ada transaksi di Jepang yang berhasil masuk 10 besar daftar transaksi aset tunggal.

Di sisi lain, transaksi portofolio di Jepang tetap diperebutkan, sementara prospek pariwisata jangka panjang negara tersebut tetap positif dengan digelarnya Olimpiade Musim Panas pada 2020.

Dominasi Hong Kong dan Australia
Frank Sorgiovanni, Head of Research JLL Hotels & Hospitality Group Asia Pasifik memaparkan, selama semester pertama 2017, Hong Kong dan Australia menjadi pasar yang menonjol di kawasan Asia Pasifik dalam hal investasi masuk dengan total nilai USD1,5 miliar.

“Hal ini didorong oleh kuatnya pertumbuhan pariwisata dan solidnya kinerja perdagangan yang mendorong aktivitas investasi di Australia,” jelas Frank Sorgiovanni.

Baca Juga: Dua Kota di Australia Ini Makin Menarik Orang Super Kaya Dunia

Menurutnya, Australia tetap menjadi favorit investor hotel yang berbasis di Asia, karena menawarkan cukup banyak suplai baru dalam waktu dekat. Pasar investasi hotel di Australia tetap aktif dengan sejumlah transaksi penting di Sydney dan Melbourne.

Mayoritas transaksi terjadi di Melbourne, namun di sisi lain terjadi transaksi InterContinental Sydney Double Bay seharga USD104 juta, rekor tertinggi untuk hotel di pinggir kota Sydney. Properti itu diakuisisi oleh konsorsium investor yang berbasis di China.

Dibukanya International Convention Centre belum lama ini ditengarai juga akan mendorong kinerja perhotelan dan industri MICE di Sydney.

“Aktivitas transaksi sektor perhotelan diperkirakan akan terus berlanjut di Australia sepanjang tahun ini, mengingat rendahnya tingkat suku bunga, prospek pertumbuhan ekonomi yang sehat, dan melemahnya dolar Australia,” imbuh Sorgiovanni.

Kendati demikian, jelasnya, peluang untuk mengakuisisi hotel di banyak tempat tujuan utama di Asia sudah terbatas dan investor harus mencari alternatif investasi di pasar yang tengah berkembang. Negara yang dilirik antara lain Vietnam atau Kamboja, di mana pertumbuhan pelancong mancanegara tinggi, terutama yang berasal dari China.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda