JLL: Bisnis Berbasis Teknologi Bawa Angin Segar untuk Ruang Perkantoran di Jakarta

Pasar perkantoran selama triwulan ketiga pada tahun 2017 masih menunjukkan tren positif akibat semakin maraknya bisnis berbasis teknologi.

James Taylor, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia ketika menerangkan kondisi properti untuk sektor perkantoran di Jakarta. (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Maraknya bisnis berbasis teknologi yang beberapa tahun ini semakin tumbuh, mampu membawa dampak positif terhadap permintaan ruang perkantoran di wilayah Jakarta.

Lembaga analisa properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia merilis perkembangan terkini mengenai pasar perkantoran selama triwulan ketiga pada tahun 2017 yang masih menunjukkan tren positif, walaupun tingkat hunian untuk kawasan CBD tetap mengalami sedikit penurunan di angka 81%.

Baca Juga: Hingga Akhir 2017, Suplai Perkantoran Diprediksi Tembus 600.000m2

Terdapat potensi sejumlah pasokan baru yang mencapai ±450,000 sqm hingga akhir tahun 2017 yang kini sedang dalam tahap penyelesaian untuk beroperasi di triwulan berikutnya.

James Taylor, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia berujar permintaan perusahaan berbasis teknologi belakangan telah menjadi sebuah daya tarik bagi banyak pelaku bisnis properti

Permintaan tersebut datang dari pembelian gedung, sewa tempat di gedung perkantoran, aliran dana investasi yang masuk, sampai sewa gudang untuk kebutuhan logistik.

“Efek domino dari jenis usaha berbasis teknologi memberikan angin segar di tengah kelesuan bisnis properti yang selalu bergerak untuk bangkit,” jelas James di kantor Jones Lang LaSalle Indonesia di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Ia menambahkan, di samping itu, sejumlah investasi asing yang mulai terealisasi pada sektor residensial dan sektor perkantoran mengindikasikan bahwa investasi properti di Tanah Air masih menarik.

Baca Juga: Investor Asing Masih Bergairah Tanamkan Investasinya di Indonesia

Sementara itu, Angela Wibawa Head of Markets Jones Lang LaSalle Indonesia mengatakan pasar perkantoran Non CBD mengalami tingkat penyerapan positif yang mampu menjaga tingkat hunian mereka diangka 76%.

Beberapa sektor yang masih aktif selama tiga bulan terakhir, antara lain E-Commerce, IT, Serviced, Office, Insurance, dan professional services.

Sektor F&B Masih Terus Aktif

Adapun sektor F&B masih menjadi bidang yang aktif selama triwulan ketiga di tahun 2017 ini. Menurut Cecilia Santoso, Head of Retail Jones Lang LaSalle Indonesia ekspansi F&B tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan saja, namun juga merambah hingga area residensial dan gedung perkantoran, seperti area SCBD, Senopati, Kemang, Pantai Indah Kapuk, dan Pondok Indah.

“Tingkat hunian masih berada di angka yang cukup sehat, yaitu sekitar 88%-89%, walaupun terdapat indikasi dari sejumlah penurunan. Tingkat permintaan yang berkurang di suatu area sektor tidak mengindikasikan daya beli yang menurun, hanya saja terjadi perubahan perilaku konsumen”, ujarnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda