JLL: Volume Investasi Properti di Asia Pasifik Capai Rekor USD81 Miliar

Menurut laporan JLL Asia Pasifik, Hong Kong menjadi yang terdepan sebagai negara dengan aktifitas perdagangan properti terbanyak.

JLL: Volume investasi Properti di Asia Pasifik Capai Rekor USD81 Miliar
Deretan gedung perkantoran di Hongkong (Foto: South China Morning Post)

RumahHokie.com (Jakarta) – Menurut data terbaru dari konsultan real estate, Jones Lang Lassale (JLL), volume investasi di kawasan Asia Pasifik pada kuartal I-2018 mencapai rekor sebesar USD81 miliar. Angka itu naik 30% dalam setahun kinerja perekonomian di wilayah tersebut.

Pasar properti di Asia Pasifik terus menunjukkan kinerja yang baik meskipun adanya ketidakpastian dalam (kondisi) politik dan ekonomi global,” kata Stuart Crow, Head of Asia Pacific Capital Markets JLL, seperti dilansir dari siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Selasa (28/08/2018).

Baca Juga : JLL: Australia dan Hong Kong Dominasi Investasi Hotel Asia Pasifik

Stuart melanjutkan, secara global laju transaksi di Asia Pasifik telah melebihi Eropa dan Amerika Serikat. Hal itu disebabkan,karena pertumbuhan volume transaksi di wilayah ini didukung oleh pemulihan siklus lanjutan di beberapa negara maju seperti Hong Kong, Australia, dan Jepang.

Salah satu yang menjadi motor bagi laju pertumbuhan volume perdagangan di kawasan Asia Pasifik adalah Hong Kong. Negara itu menjadi yang terdepan sebagai pihak dengan aktifitas perdagangan properti terbanyak di kawasan Asia Pasifik.

Menurut catatan JLL, volume transaksi perdagangan untuk bidang properti di negara Hong Kong tumbuh menjadi USD14,6 miliar pada kuartal I-2018.

Sebelumnya, pada kuartal yang sama di tahun 2017, Hong Kong hanya membukukan volume transaksi perdagangan sebesar USD5,8 miliar.

Baca Juga : Bersama India dan Indonesia, Vietnam Jadi Pasar Properti Potensial di Asia

Hong Kong melonjak ke posisi ketiga dalam daftar pasar paling likuid di dunia. Peringkat pertama adalah London dan yang kedua New York. Hal itu terjadi setelah penjualan gedung perkantoran The Center Hong Kong dengan nilai mencapai USD 5,1 miliar.

“Transaksi tersebut sejauh ini menjadi transaksi aset tunggal terbesar tahun 2018, dan juga merupakan transaksi real estate paling mahal di dunia yang pernah ada,” ujar Stuart.

Investor Asia mengambil alih investasi dana global
Laporan JLL Asia Pasifik juga menyebutkan para investor di kawasan Asia merupakan pembeli real estate komersial paling aktif pada paruh pertama 2018.

Kelompok tersebut sendiri membeli 20% dari aset perkantoran, hotel dan ritel yang berasal dari dana global, yang merupakan penjual terbesar real estate komersial, dengan total nilai USD31,5 miliar antara bulan Januari dan Juni.

Konsultan properti global itu menilai, ketika investasi outbond dari China melambat, investor dari Hong Kong, Singapura dan Korea Selatan maju untuk menyediakan likuiditas. Ini membuktikan tingginya kekuatan investasi para pembeli di wilayah tersebut.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda